Sejumlah Warga Tiga Desa Keluhkan Perbaikan Jalan Asal

8.621 dilihat
Perbaikan jalan penghubung sukarami menuju simpang sari ,dirasakan warga asal jadi dan terlalu kecil

MUSI BANYUASIN, Buana Indonesia – Sejumlah Warga Desa Sukarami Kecamatan Sekayu, warga Desa Pandan Dulang dan Simpang Sari Kecamatan Lawang Wetan kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengeluhkan kondisi perbaikan jalan penghubung yang terkesan asal jadi.

Bukan hanya itu, perbaikan jalan tersebut juga tidak memiliki papan proyek yang dianggap penting. Papan proyek bukan hanya sebagai komponen pelengkap, tetapi sudah menjelma menjadi identitas eksistensi proyek itu sendiri. Dia bukan hanya sekedar “plank” , tetapi juga merupakan penjamin pertama apakah tranparansi anggaran dapat dilaksanakan ataukah tidak. yang menerangkan besarnya anggaran perbaikan, lamanya pelaksanaan perbaikan, panjang jalan yang diperbaiki dan nama kontraktor pelaksana perbaikan.

Advertisement

Warga mengungkapkan, bahwa jalan tersebut pernah diperbaiki pada tahun 2007 yang lalu, kemudian dilakukan perbaikan kembali pada 2010 karena jalan rusak akibat terendam bajir. Tetapi sejak dua tahun terakhir tidak dilakukan perbaikan berkala, sedangkan jalan tersebut selalu dilewati oleh kendaraan yang bertonase berat, dari beberapa perusahaan perkebunan.

“Pengaspalan tipis sekali. Kalau kayak gini, diguyur hujan sekali saja bisa buyar. Bisa-bisa dalam hitungan satu atau dua bulan, jalan sudah rusak kembali,” kata Syahroni, warga Desa Pandan Dulang.

Lebih lanjut Syahroni mengatakan bahwa kondisi jalan sudah banyak yang berlubang dan aspal sudah mengelupas semua. Jika perbaikannya asal-asalan seperti ini, maka jangan harap kondisi jalan akan bertahan satu tahun.

“Selain itu kondisi pengaspalan yang dianggap tidak layak, warga tidak melihat adanya papan proyek yang menjelaskan data-data perbaikan jalan,” ungkap Syahroni.

Senada diungkapkan warga Desa Simpang Sari, Firman (35), mengatakan bahwa perbaikan jalan tersebut terkesan asal-asalan. Meskipun dirinya orang awam yang tidak terlalu mengerti proses perbaikan dan ketebalan aspal, tetapi kasat mata perbaikan jalan tersebut sangat tidak berkualitas.

“kami kurang mengerti tentang spesifikasi jalan, tetapi secara kasat mata dapat dilihat bahwa perbaikan jalan tersebut asal jadi. Karena aspalnya saja tidak halus, dan penambalan lubang asal tutup dengan aspal,” ujarnya sebari menunjukan salah satu lubang yang telah ditutupi dengan aspal tipis.

Sementara itu, anggota DPRD Muba Darwin AH sangat menyayangkan dengan pelaksanaan perbaikan yang dikeluhkan warga. Selain itu, dirinya ikut mengkritik dengan tidak adanya papan proyek yang sudah menjadi salah satu persyaratan yang harus dilengkapi oleh pelaksana.

“Jika memang warga tidak terima dengan kondisi jalan tersebut, secepatnya melayangkan surat kepada kami. Tetapi adanya keluhan warga yang telah disampaikan, kami rasa sudah cukup bagi kami untuk melakukan pemanggilan terhadap dinas terkait,” tegasnya.

Pantauan dilapangan, perbaikan jalan tersebut tidak memiliki papan proyek yang menerangkan besarnya anggaran perbaikan, lamanya pelaksanaan perbaikan, panjang jalan yang diperbaiki dan nama kontraktor pelaksana perbaikan. Selain itu, pada bagian kiri dan kanan jalan tidak dilakukan penggusuran rumput-rumput yang tumbuh, dan penambalan lubang hanya dengan aspal tipis yang kemudian langsung lapisi dngan aspal kembali pada bagian atas.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, pihak yang berkopenten pada Dinas PU Bina Marga kabupaten Musi Banyuasin belum dapat dihubungi. (bi)

Advertisement