
BANYUASIN, Buana Indonesia- Aksi-aksi demo yang terus berlanjut dari mahasiswa dan masyarakat banyuasin terkait tuntutannya kepada DPRP banyuasin agar dengan segera menon-Aktifkan Bupati Banyuasin Ir H. Amiruddin Inoed yang diduga terIndikasi kasus korupsi di Banyuasin, dan menuntut mendiskualifikasi pasangan calon Bupati Banyuasin bernomor urut 1 dari pencalonannya membuat komplek perkantoran pemerinth kabupaten banyuasin menjadi seperti kuburan
begitulah pantauan Media ini dilapangan kamis (20/06) di wilayah lingkungan pemkab Banyuasin terutama di dinas-dinas sebagian besar kosong, di karnakan terdengar kabar ada isu bahwa akan terjadi demo besar-besaran, dan yang terlihat sepanjang jalan hanya dari pihak kepolisian dan TNI saja yang berjaga-jaga
akibat dari kosongnya sebagian besar dinas membuat pelayanan terhadap masyarakat pun menjadi terganggu, bahkan untuk memasuki kawasan perkantoran pun masyarakat harus melalui pemeriksaan dahulu, begitulah yang dikatakan Dendi (25) salah seorang warga Banyuasin “semenjak ada demo jika kami ingin berurusan kedalam pemkab menjadi susah, saya mau mengurus surat ketenaga kerjaan saja sulit, sebab dijaga ketat harus diperiksa dulu terlebih lagi sesampai didinas, dinasnya kosong” ungkapnya pada media ini.
Dilanjutkannya sudah hampir 2 minggu semenjak pemilukada demo terus berlanjut semua urusan ke ke semua dinas sulit ” saya selaku masyarakat Banyuasin tidak bisa berbicara banyak, harapan saya semoga semua ini cepat tuntas, sehingga aktifitas berjalan lancar seperti biasa” harapnya.
Senada Nia (18) mengatakan bahwa dirinya takut mau masuk keperkantoran pemkab “sebanarnya saya mau membuat kartu kuning karena terdengar ada demo saya tidak jadi, saya takut nanti ada apa-apa, lebih baik saya kembali pulang” keluhnya.(jns)







