BANYUASIN, Buanaindonesia.com– Angka kecelakaan lalulintas (lakalantas) sampai pertangahan tahun ini cendrung menurun dari tahun sebelumnya. Demikian hal ini diungkapkan Kapolres Banyuasin AKBP Achmad Ikhsan SIK melalui Kasatlantas AKP Andi Supriadi dikantornya kemarin (24/06/13)
Menurutnya Hal ini dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat mulai tinggi. Dari Januari hingga hari ini Juni 2013, Satlantas Polres Banyuasin mencatat 144 angka lakalantas.
Dari jumlah itu , 31 orang tewas, 41 luka berat (luber) dan 72 luka ringan (luring). Kerugian material ditaksir mencapai Rp 1 M lebih.
Kasatlantas AKP Andi Supriadi menjelaskan, angka lakalantas yang terjadi didominasi oleh pengendara kendaraan roda dua “ Kalau dipersentasekan sekitar 60 persen, kecelakaan yang terjadi pada kendaraan roda dua,”katanya.
Untuk klasifikasi pengendara, lanjut Kastlantas sebagian besar adalah para pelajar “ Kami saat ini memang tengah mensosialisasikan sekaligus memberikan sanksi bagi para pelajar yang menggunakan sepeda motor, karena memang masih dibawah umur, para pelajar tersebut tidak memiliki SIM,”ucapnya.
Penyebab masih terjadi lakalantas, dikatakan Andi memang didominasi oleh human error(kesalahan manusia), namun sebagian lagi disebabkan factor lain, seperti penerangan lampu jalan yang minim, lalu kurangnya rambu lalulintas dan pengaruh kondisi jalan yang rusak berat.
Menurut Andi, angka kecelakaan lalu lintas tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, guna menekan lagi angka kecelakaan lalu lintas polres telah melakukan pelatihan Polsana, pramuka siaga, kampanye ke masyarakat.
“Kita sampaikan kepada masyarakat, melalui iklan radio, supaya masyarakat bisa memahami dengan menyalakan lampu utalma saat berjalan siang hari, memakai helm standar, “jelas Andi.
“Sebenarnya kami sudah melakukan sosialisasi baik langsung ke sekolah maupun dilapangan. Intinya kami mensosialisasikan UU No 22 Tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan.
Kami sampaikan kalau emosi para pelajar masih labil, sehingga sangat menyalahi kalau mereka mengendarai kendaraan bermotor. Sebab dampaknya bukan hanya siswa yang bersangkutan yang menjadi korban, tetapi pengguna kendaraan yang lain juga ikut jadi korban. “ bebernya.








