Baku Tembak Dengan Polisi, Tiga Perampok Tewas

13.254 dilihat

Normal
0

Advertisement

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

ilustrasi perampok (poto net)
ilustrasi perampok (poto net)

OGAN ILIR, buanaindonesia.com- Tiga dari 6 perampok yang hendak beraksi di Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir (OI), Senin (25/11) dinihari sekitar pukul 03.30 WIB berhasil ditembak mati saat terjadi baku tembak dengan petugas jajaran Polres OI dan Polsek Tanjung Raja.

Aksi baku tembak petugas itu dipimpin langsung Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat dan Kasat Reskrim AKP Suhardiman beserta belasan anggota lainnya. Ketiga perampok yang tewas tersebut bernama Nawi (40), Heri (35), keduanya warga Desa Ketapang Kecamatan Rantau Panjang dan Zaenal (43) warga Paya Lingkung Kecamatan Lubuk Keliat.

Disamping menembak mati perampok, petugas juga berhasil menyita tiga pucuk senpi rakitan dengan 9 amunisi serta 2 unit sepeda motor milik para pelaku. Selain itu ada satu perampok lagi berinisial UJ juga terkena luka tembak, namun berhasil meloloskan diri bersama 2 kawannya.

Para perampok yang tewas ini rata-rata terkena tembakan dibagian dada dan kepala. Kemudian jasad mereka dilarikan ke RSMH Palembang untuk dilakukan visum. Diantara ketiga tersangka perampok yang tewas itu terdapat otak pelaku yang kerap beraksi berkomplot, bernama Heri, warga Ketapang. Sementara barang bukti lainnya seperti senpi rakitan dan sepeda motor diamankan di Polres OI.

Kapolres OI AKBP Asep Jajad Sudrajad didampingi Kasat Reskrim AKP Suhardiman mengatakan, sebelum terjadinya baku tembak itu, polisi mendapat informasi bila ada kawanan perampok akan beraksi di Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat. “Karena selama ini sering terjadi perampokan  di wilayah tersebut, akhirnya petugas jajaran Polres OI dan Polsek Tanjung Raja yang dipimpin langsung Kapolresnya bergegas kelokasi” jelas Asep

Begitu tiba di tempat kejadian, kata Kapolres, petugas gabungan Polres OI ini berhasil menemukan kawanan perampok yang menggunakan tiga sepeda motor di perjalanan. Rupanya kedatangan petugas itu langsung disambut tembakan para perampok, sehingga terjadi baku tembak dan kejar-kejaran dengan polisi.

Dikatakannya bahwa Dalam aksi baku tembak pertama itu, satu perampok benama Nawi berhasil ditembak mati. Kemudian petugaspun melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya. “Ketika di dalam hutan, tersangka Enal dan Heri dapat ditemukan dan sempat menembaki petugas yang mengejarnya. Namun sampai dekat danau Lubuk Keliat, tersangka Heri terdesak dan kembali menembaki petugas. Tapi akhirnya tersangka pun kehabisan perlu sehingga dapat dilumpuhkan dengan peluru petugas hingga tewas.

Sementara tersangka Zainal tidak luput terlibat aksi baku tembak dengan polisi dalam aksi kejar-kejaran , namun pada akhirnya juga berhasil ditembak mati polisi. Sedangkan seorang tersangka lainnya juga sempat terluka tembak, tapi berhasil meloloskan diri bersama 2 perampok lainnya.

Dalam penyisirannya, polisi menemukan tiga senpi rakitan dan 2 unit sepeda motor. “Sebenarnya ada senpi organic milik perampok yang belum ditemukan, meskipun sudah dilakukan penyisiran namun masih belum ditemukan” kata kapolres.

Menurut kapolres, ada sekitar 10 perampok lagi yang masih dalam buruan petugas yang identitasnya sudah diketahui. Ini berkat informasi dari tersangka terdahulu yang tertangkap. Dari laporan pihak kepolisian, sedikitnya kejahatan komplotan para perampok itu enam kali beraksi. Diantaranya 2 kasus perampokan besar tauke karet bernama Hifni, warga Desa Betung. Kemudian kasus perampokan di Tanjung Pering dan lainnya.

Dalam aksinya lanjut kapolres, para perampok itu mengintai para pengusaha yang melakukan transaksi. Kemudian dengan ancaman senjata, mereka merampas uang milik korbannya. Bahkan kawanan perampok sadis ini tidak segan-segan melukai, dan membunuh korbannya bila melawan. (mie)

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

Baku Tembak, Tiga Perampok Tewas

OGAN ILIR, buanaindonesia.com- Tiga dari 6 perampok yang hendak beraksi di Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir (OI), Senin (25/11) dinihari sekitar pukul 03.30 WIB berhasil ditembak mati saat terjadi baku tembak dengan petugas jajaran Polres OI dan Polsek Tanjung Raja.

Aksi baku tembak petugas itu dipimpin langsung Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat dan
Kasat Reskrim AKP Suhardiman beserta belasan anggota lainnya.

Ketiga perampok yang tewas tersebut bernama Nawi (40), Heri (35), keduanya warga Desa Ketapang Kecamatan Rantau Panjang dan Zaenal (43) warga Paya Lingkung Kecamatan Lubuk Keliat.

Disamping menembak mati perampok, petugas juga berhasil menyita tiga pucuk senpi rakitan
dengan 9 amunisi serta 2 unit sepeda motor milik para pelaku. Selain itu ada satu perampok lagi berinisial UJ juga terkena luka tembak, namun berhasil meloloskan diri bersama 2 kawannya.

Para perampok yang tewas ini rata-rata terkena tembakan dibagian dada dan kepala. Kemudian jasad mereka dilarikan ke RSMH Palembang untuk dilakukan visum. Diantara ketiga tersangka perampok yang tewas itu terdapat otak pelaku yang kerap beraksi berkomplot, bernama Heri, warga
Ketapang. Sementara barang bukti lainnya seperti senpi rakitan dan sepeda motor diamankan di Polres OI.

Kapolres OI AKBP Asep Jajad Sudrajad didampingi Kasat Reskrim AKP Suhardiman mengatakan, sebelum terjadinya baku tembak itu, polisi mendapat informasi bila ada kawanan perampok akan beraksi di Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat. “Karena selama ini sering terjadi perampokan  di wilayah tersebut, akhirnya petugas jajaran Polres OI dan Polsek Tanjung Raja yang dipimpin langsung Kapolresnya bergegas kelokasi” jelas Asep

Begitu tiba di tempat kejadian, kata Kapolres, petugas gabungan Polres OI ini berhasil menemukan kawanan perampok yang menggunakan tiga sepeda motor di perjalanan. Rupanya kedatangan petugas itu langsung disambut tembakan para perampok, sehingga terjadi baku tembak dan kejar-kejaran dengan polisi.

Dikatakannya bahwa Dalam aksi baku tembak pertama itu, satu perampok benama Nawi berhasil ditembak mati. Kemudian petugaspun melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya. “Ketika di dalam hutan, tersangka Enal dan Heri dapat ditemukan dan sempat menembaki petugas yang mengejarnya. Namun sampai dekat danau Lubuk Keliat, tersangka Heri terdesak dan kembali menembaki petugas. Tapi akhirnya tersangka pun kehabisan perlu sehingga dapat dilumpuhkan
dengan peluru petugas hingga tewas.

Sementara tersangka Zainal tidak luput terlibat aksi baku tembak dengan polisi dalam aksi kejar-kejaran , namun pada akhirnya juga berhasil ditembak mati polisi. Sedangkan seorang tersangka lainnya juga sempat terluka tembak, tapi berhasil meloloskan diri bersama 2 perampok lainnya.

Dalam penyisirannya, polisi menemukan tiga senpi rakitan dan 2 unit sepeda motor. “Sebenarnya ada senpi organic milik perampok yang belum ditemukan, meskipun sudah dilakukan penyisiran namun masih belum ditemukan” kata kapolres.

Menurut kapolres, ada sekitar 10 perampok lagi yang masih dalam buruan petugas yang identitasnya sudah diketahui. Ini berkat informasi dari tersangka terdahulu yang tertangkap. Dari laporan pihak kepolisian, sedikitnya kejahatan komplotan para perampok itu enam kali beraksi. Diantaranya 2 kasus perampokan besar tauke karet bernama Hifni, warga Desa Betung. Kemudian kasus perampokan di Tanjung Pering dan lainnya.

Dalam aksinya lanjut kapolres, para perampok itu mengintai para pengusaha yang melakukan transaksi. Kemudian dengan ancaman senjata, mereka merampas uang milik korbannya. Bahkan kawanan perampok sadis ini tidak segan-segan melukai, dan membunuh korbannya bila
melawan. (mie)

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Advertisement