Akibat Status Dijejaring Sosial Oknum Guru Dipolisikan

10.873 dilihat

OGAN ILIR, Buanaindonesia.com. Sejumlah wartawan baik cetak maupun elektronik yang bertugas Dikabupaten Ogan Ilir menyerbu Dinas Pendidikan kabupaten Ogan Ilir dan Polres  Ogan Ilir kamis (05/11/13)

Kedatangan sejumlah wartawan di Dinas Pendidikan dan Polres setempat itu, untuk melaporkan oknum guru SMA unggulan Indralaya Utara karna diduga talah mencemarkan nama baik Insan Pers melalui jejaring sosial

Advertisement

Gusti ali, salah satu wartawan kawakan Dikabupaten OI mengatakan bahwa guru mempunyai kompetensi begitu juga wartawan oleh karna itu jangan saling melecehkan “Kami sepakat akan mengadukan oknum tersebut ke pihak kepolisian hari ini juga, Ini sudah memperburuk citra pers kabupaten OI dan nasioanal. Oleh karna itu saya minta agar Kepada Dinas Pendidikan memindahkan oknum tersebut ke sekolah yang ada di pelosok daerah sehingga bisa belajar bagaimana berbahasa yang santun serta bisa saling menghargai kepada berbagai profesi” tandasnya

“kami seluruh wartawan kabupaten OI,  tidak ada istilah perdamian , sehingga menjadi contoh untuk para guru guru yang lain agar tidak lagi terjadi pelecehan terhadap profesi terlebih lagi dijejaring sosial” sambungnya

Informasi yang berhasil dihimpun bahwa Dalam status yang ditulis oleh oknum guru berinisial F dijejaring sosial tersebut, mengatakan” Wartawan kuli tinta berkeliaran sibuk mencari-cari recehan disana ( Dinas dan Di SMU unggulan Idralaya Utara )  Dan semua wartawan tidak perlu memberitakan tentang guru yang berdagang di sekolah yang cuma mencari bahan celaan dan fitnah”

“masih menjadi seleb. Sepulang dari MonEv dana bos SMA bersama TIM DINAS PROVINSI SUMSEL. Kami sempat mampir ke dinas ternyata kuli tinta wartawan,red) sibuk mencari -cari recehan disana.. Atau mungkin karna menjelang jam 12.00 tapi belon ada tanda-tanda ke warung padang.. Begitu melihat ke arah kami, mata mereka ( wartawan ) berbinar seperti tom melihat jerry.. Yang disodie juga, masih pertanyaan basi yang kemarin2..” kata tulisannya

Dia juga menulis “Dengan pengembangan enterpreneurship si dalam dunia pendidikan, meski secara secara pribadi saya tidak tertarik ikutan berdagang. Menurut saya guru berjualan bukanlah yang tabuh asal sesuai koridor, misal dengan kreatif si guru menitip dagangan nya di koprasi kesanya lebih elegan.. Kalau sudah begitu MASALAH BUAT WARTAWAN”

Dalam tulisannya Ia mengatakan “Kalau coba cari uang haram mending buat gosip ” selingkuh ” mungkin lebih asyik ketimbang memfitnah guru menjual makanan beracun.. Toh saya yang jadi pembeli dari dagangan temen-temen belum pernah sekarat .. Kalau cuma mencari bahan celaan dan fitnah, selaku warga SMAN ultra saya haramkan sejengkal langkah masuk ke halaman ULTRA ( unggulan indralaya utara ).. Hadew… Setidaknya lebih waspada terutama dari rasa dengki, jangan ngarep rupiah bisa mengalir ke dompet!!!

Sementara itu, Kepala Bidang SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten OI, Rudi Pasrah mengatakan, dirinya meminta maaf atas kehilafan yang dilakukan oknum guru binaannya tersebut “namun dalam hal ini kita akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya mengenai maksud dan tujuan dari statement yang dibuatnya dijejaring sosial tersebut” tegasnya

Terpisah Wakil Kepala (Waka) Polres OI, Kompol lisbet, mengatakan, perkara ini akan segera ditindak lanjuti “terlapor ini dapat dijerat pasal 335 dan 310 Perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik instansi Pers” tukasnya (mie)

Advertisement