Belasan Hektar Tanaman Padi Mati Karena Hama Kepi

11.711 dilihat
Pak Darmawi Sedang-Menyemprot hama Kepi disawah
Pak Darmawi Sedang-Menyemprot hama Kepi disawah

BANYUASIN, buanaindonesia.com- Hama kepik sejenis lembing bewarna gelap yang muncul saat bulan purnama dalam jumlah yang sangat besar menyerang tanaman padi berumur 1 bulan. Didesa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin akibatnya Belasan hektar sawah Hanya hitungan 3- 5 hari setalah diserang Kepik, batang padi yang hijau menjadi layu kemudian menguning dan pelan pelan  membusuk lalu mati.

Sudarmawi  (45) petani Desa Santan Sari saat diwawancarai Selasa (25/11) mengatakan, sawah yang terserang kepik lebih dari 15 ha,  serangan kepik melalui pangkal batang makan dan tinggal disela-sela tanaman padi lalu menghisap dan ngencing  berhari-hari sampai betelur akibatnya padi membusuk dan mati.

Advertisement

Diaktakannya, pada umumnya serangan kepik  hanya terjadi pada lahan sawah yang kering,  sementara lahan yang basah dan digenangi air selamat dari serang kepik dipenghisap ini.

Kerugian petani sejak diserang hama kepik sudah mencapai 500 ribu rupiah per hektar, untuk membeli insektisida dan belum  upah tenaga kerja. Kendari sudah dibasmi akan tetapi hama kepik ini mampu sembunyi disela-sela batang padi.

Sedikit terlambat menaggulangi serangan hama kepik, nicaya seluruh tanaman padi akan mati dan petani akan merugi jutaan rupah. Namun kini perlahan-lahan hama kepik mulai berkurang setelah diracun dengan insektisida namun ada sekitar 5 ha yang sudah parah.

Hal senada dikatakan Siro (47) Hama kepik akan sangat berbahaya apabila dibiarkan tanpa dibasmi, karena hewan ini tinggal disela-sela batang maka patani kesulitan menanggulangi. Sudah berulang-ulang di semprot akan tetapi masih ada satu dua yang tertinggal di tiap sela-sela batang padi.

Dikatakan Siro, munculnya hama kepik sudah sekitar 3-5 hari lalu terbang dari langit malam bulan purnama  sudah cukup memusingkan petani. Hama kepik tidak menggerak batang, akan tetapi hama kepik bersarang pada pangkal batang padi berhari-hari kemudian ‘ngencing’ dan menghisap membuat tanaman tidak segar dan dalam waktu hitungan hari saja merubah tanaman dari hijau menjadi kuning.

Terpisah Kepala  Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pertanian Kecamatan Sembawa Abidin Achmad saat dikonfirmasi fia Hp mengatakan, hama kepik itu harus dibasmi, seperti halnya hama wereng dan ulat,  kepik juga sama berbahaya bila menyerang tanaman padi.

“Karena dia tinggal disela-sela batang, maka sawah harus digenangi air, dan akan efektif mambasmi kepik saat sawah digenangi air karena kepik akan mengapung dan memudahkan menyemprot dengan insek,” jelas A Achmad.

Achmad mengatakan, Karena bahaya serangan hama kepik dibawah serangan hama wereng dan ulat, sehingga dinas tidak menyediakan stok obat untuk hama kepik, tetapi petani bisa membeli insek ditoko pertanian. “Untuk menghindari serangan kepik, para petani diharuskan menggenangi sawah dengan air karena kepik tidak akan hidup didalam air, dan jangan lupa tanam padi yang baik serentak,” tukasnya.(cr*)

Advertisement