BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Terkait dengan laporan bahwa puluhan rumah milik warga di Desa Sri Kembang Kecamatan Betung kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan mengalami keretakan dan rusaknya sejumlah kebun milik warga.
Yusmeri, Kepala Desa Sri Kembang mengakui dampak Seismic yang dilakukan oleh PT Saripari, memang mengakibatkan adanya laporan dari sejumlah warga kepihaknya. Menurutnya, data yang dihimpun dari pendamping dilapangan, setidaknya hampir ratusan rumah mengalami keretakan.
Namun sangat disayangkan, pendataan baru dilakukan sebanyak 19 rumah, sisanya belum sama sekali. Yusmeri berharap, Pemkab Banyuasin dapat memfasilitasi proses ganti rugi yang diklaim oleh masyarakat. “Saya sudah sampaikan hal ini kepada pihak perusahaan (PT Saripari), bahkan warga mengancam akan merusak fasilitas milik PT Sari Pari, namun sepertinya belum ada tanggapan“, ungkap Yusmeri.
Terpisah, Kepala BP Migas melalui Staf Operasi BP Migas Perwakilan Sumbagsel Haswanto Jaya seusai rapat eksplorasi PT Medco di ruang rapat Bupati Banyuasin mengaku belum yakin penyebab retaknya rumah warga akibat seismic yang dilakukan PT Saripari.
“Saya tida bisa memastikan penyebab retaknya rumah warga, termasuk rusaknya tanaman karet dan durian, sebab perusahaan PT Saripari sebelum melakukan seismic telah mendapatkan UKL/PL dulu dari BLH dalam proses operasionalnya, “katanya.
Haswanto menambahkan, Eksplorasi yang sedang dilakukan adalah dalam tahap eksplorasi seismic PT Saripari belum sampai eksplorasi minyak jadi tidak perlu melakukan pembebasan lahan.
“Dari kedalaman 9 meter dengan lebar 10 cm dalam seismic menambah bahan peledak kedalam tanah, efeknya getarnya kedalam bukan keatas, jadi dalam uji seismic tidak menimbulkan suara hanya seperti bunyi petasan dari bambu, lagi pula seismic tidak menyebabkan material keluar ke atas”, katanya.
Namun dikatakan Haswanto, BP migas melalui PT Medco akan memanggil PT Saripari untuk keterangan lebih lanjut. “Kalau memang ada rumah warga yang temboknya retak, lalu gentingnya bocor, atau tumbuhan karet atau apa yang rusak, maka bisa jadi seismic mengalami kegagalan operasinya sebab hasil analisa laboratorium di kabupaten Lahat, seismic tidak berdampak pada tanaman karet dan keretakan dinding rumah“ tukasnya. (bi)








