DBD Mulai Menghawatirkan Warga Muba

9.077 dilihat

Muba, Buana Indonesia – Tingginya air sungai yang terjadi akhir-akhir ini, hingga meluap dan merendam beberapa pemukiman warga Muba, mengakibatkan salah satu penyebaran penyakit demam berdarah (DBD) hingga menghawatirkan ke tingkat siaga I.

Beberapa bulan terakhir, penyebarannya sudah menjangkit ratusan warga di Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Sekayu, bahkan tiga orang warganya dan salah satunya Rika (12) bocah kelas 6 SD Negeri 2 Sekayu meninggal dunia.

Advertisement

Berdasarkan pantauan media dilapangan, penyebaran penyakit DBD banyak terjadi menyerang warga yang bermukim dipinggiran sungai Musi tepatnya dilingkungan Kelurahan Kayu Ara I dan II. Dikedua kawasan tersebut, tidak hanya tergenang air, akan tetapi banyak juga terdapat tumpukan sampah yang mengapung dilingkungan rumah-rumah warga.

Menurut sejumlah warga, selama beberapa hari terakhir mereka mengalami gejala demam tinggi, badan menggigil dan muntah-muntah. Dari sejumlah warga yang mengindap penyakit DBD yang pernah melakukan pengobatan di RSUD Sekayu gejala tersebut diakibatkan gigitan nyamuk demam berdarah.

Pemerintah melalui Dinas Kesehatan empat bulan lalu sudah melakukan pencegahan berupa Pogging. Namun hingga sekarang belum ada manfaatnya, bahkan penyebaran nyamuk kian bertambah banyak. Diduga zat racun serangga yang digunakan kurang berkwalitas. “Kami merasa pogging yang telah dilakukan dinas kesehatan tidak belum memberikan manfaat yang maksimal terhadap warga setempat, ini terlihat dari kian banyaknya nyamuk dilingkungan kami saat ini,”ungkap Tonari (40) warga Kelurahan Kayu Ara kepada wartawan.

Banyaknya warga yang terjangkit DBD dan kurangnya perhatian dari intansi terkait yakni Dinas Kesehatan dalam melakukan pencegahannya sehingga menimbulkan adanya korban jiwa menuai kritikan dan respon dari kalangan Legislatif. Edi Heriyanto SH anggota Fraksi Partai Gerinda, Selasa (10/1) meminta supaya pihak terkait segera turun kelapangan sebelum penyebaran penyakit DBD tersebut menimbulkan lebih banyak lagi korban jiwa.

“Sangat disayangkan bila memang benar adanya penyebaran penyakit DBD telah menelan korban jiwa, untuk itu seharusnya intansi terkait yakni dinas kesehatan secepatnya turun kelapangan melakukan pencegahan sebelum menimbulkan lebih banyak lagi korban jiwa dikalangan masayarakat,” jelasnya. (bi/a)

Advertisement