
OGAN ILIR, buanaindonesia.com- Dalam sekejap mata Uang Rp 60 juta hasil penjualan getah karet milik Rosyadi (40), ketua kelompok tani Desa Tebedak 2 Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI). Lenyap disikat perampok, rabu (04/12/13) dini hari
Yadi warga Desa setempat lewat ponselnya mengatakan, seperti biasa pada hari Rabu fajar di Desa Tebedak 2 melakukan penimbangan karet “ Usai dilakukan penimbangan dan pelelangan karet yang dimenangkan oleh taokeh karet dari Desa Tambang Rambang Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten OI bernama Dwi, dengan harga Rp 60 juta untuk 70 ton, tiba-tiba ada seorang laki laki memakai jaket hitam dan topi, merampas dan membawa kabur uang yang masih berada di dalam kantong plastik diatas meja yang diserahkan Dwi kepada Rosadi” ucap Yadi
“saat akan dikejar pelaku tadi langsung kabur menuju arah PTPN VII cinta manis dengan menggunakan sepeda motor, bersama temannya yang sebelumnya telah menunggu dilokasi tidak jauh dari tempat pelelangan” jelasnya
Dikatakannya bahwa dirinya merasa heran karna korban sepertinya tidak mau melaporkan kepihak yang berwajib “yang saya bingung kok korban tidak mau melapor” tandasnya
Kapolsek Tanjung Batu AKP Edhie Suratno ketika dikonfirmasi membenarkan adanya uang Rp 60 juta milik ketua kelompok tani Rosyadi yang hilang tersebut. Namun hingga kemarin sore korban tidak mau melapor. “Kita belum bisa menyimpulkan apa itu perampokan atau pencurian biasa, Karena korban sendiri tidak mau melapor saat kita minta keterangan, dengan alasan mau mencari sendiri si pelakunya,” kata Kapolsek.
Kapolsek sendiri menduga kejadian itu merupakan tindakan pencurian biasa, karena uang yang dicuri berada di atas meja usai acara pelelangan “Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa korban itu tidak mau melapor, Seharusnya si korban melapor sehingga polisi dapat melakukan penyelidikan“ ujar kapolsek yang masih menaungi kecamatan Payaraman ini.(Mie)







