
BANYUASIN, buanaindonesia.com– Darul Koteni, S.Pd menagaskan,pernyataan pemerintah mengenai kenaikan Harga Gas Elpiji 12 Kg tidak berpengaruh terhadap pengusaha makanan dikatakan salah besar” Yang pasti kenaikan Gas Elpiji 12 Kg ini ada pengaruhnya kepada pengusaha makan jadi, seperti pemilik rumah makan, warteg untuk menanggulangi tingginya pengeluaran para Pengusaha tahu dan tempe. Terpaksa membuat tahu maupun tempe dengan memperkecil ukuran atau menaikan harga” kata Caleg DPRD Banyuasin dari PDI Perjuangan (4) Dapil 5 (Banyuasin III, Rantau Bayur dan Sembawa) ketika dihubungi lewat ponselnya, minggu (04/01/13)
Untuk itu, Caleg nomor 4 ini tidak setuju dengan kebijakan pemerintah menaikan Gas Elpiji 12 Kg. “Sebaiknya pemerintah mengeluarkan kebijakan harus berhati-hati dan memikirkan efek dari kebijakan yang menyangkut kepentingan Masyarakat seperti menaikan harga Elpiji” imbuh Darul yang rajin blusukan ini,
Dia juga menyebutkan, sebaiknya pemerintah menahan dana optimalisasi yang diperuntakan kepada bebarapa kementrian.”Sebaiknya dana tersebut jangan dahulu dilaksanakan, dan sebaiknya dialihkan ke subsidi BBG saja” tegas darul (Tim)






