Fakta Unik Selain Bau Khas Jengkol dan Petai

10.982 dilihat
Zahra Rahmatika Fadilla Mahasiswi Politeknik Statistika STIS.

Siapa disini yang tidak kenal jengkol dan petai?. Pasti mita semua tahu karena jengkol dan petai tidak asing lagi didengar dan juga tidak asing dilidah orang indonesia. Selain memiliki rasa yang sangat khas, jengkol dan petai mempunyai banyak khasiat.

Jengkol dapat mengangkal radikal bebas penyabab kanker, mencegah anemia, dan mengontrol tekanan darah. Sedangkan petai dapat mengatasi diabetes dan mengontrol kadar gula darah, mencegah anemia, dan mengontrol tekanan darah.

Advertisement

Tidak sedikit yang menyangka bahwa jengkol dan petai merupakan tumbuhan endemik di Indonesia. Padahal tumbukan ini adalah tumbuhan asli daerah tropis kawasan Asia Tenggara yang mana banyak terdapat di Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Thailand . Meskipun tak hanya tumbuh di Indonesia, produksi petai dan jengkol tergolong cukup tinggi diindonesia.

Produksi jengkol pada tahun 2017 sebanyak 66.074 ton dan pada tahun 2018 sebanyak 87.854 ton dengan pertumbuhan sebesar 32,96%, sedangkan produksi petai ada tahun 2017 sebanyak 213.361 ton dan pada tahun 2018 sebanyak 306.651 ton dengan pertumbuhan sebesar 43,72%

Namun sebaran produksi tanaman jengkol tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua hanya sedikit produksi jengkol. Secara nasional, lima provinsi terbesar penghasil jengkol terdapat di provinsi Jawa Barat dengan produksi 13.246 ton (15,08 persen), Lampung sebesar 12.991 ton (14,79 persen), Jawa Tengah sebesar 10.913 ton (12,42 persen), Banten sebesar 9.950 ton (11,32 persen), Sumatera Barat sebesar 8.269 ton (9,41 persen)

Sedangkan produksi tanaman petai nasional sebanyak 79,30 persen dihasilkan dari tiga provinsi di pulau Jawa. Provinsi terbesar penghasil petai yaitu Jawa Tengah dengan produksi sebanyak 92.497 ton atau 30,16 persen terhadap produksi nasional. Selanjutnya Provinsi Jawa Timur dengan produksi 78.673 ton (25,65 persen). Peringkat ketiga adalah Provinsi Jawa Barat sebanyak 72.024 ton

Petai dan jengkol mulai dilirik dan diminati oleh orang-orang macanegara. Hal ini sangat menguntungkan bagi Indonesia karena dapat memperbesar potensi untuk mendapatkan devisa Negara dibidang ekspor. Pada tahun 2019 ekspor petai sebanyak 930 kg senilai Rp 52 juta, jengkol sebanyak 610 kg dengan nilai Rp 34 juta rupiah. Meskipun ridak sebanyak ekspor bayam 3,356.60 kg, 6,176.82$

Selain dijual secara mentah, olahan jengkol dan petai juga banyak diminati masyarakat di Indonesia. Salah satu provinsi dengan kuliner jengkol yang meroket adalah Sumatera Barat. Banyak sekali jenis olahan jengkol di provinsi ini contohnya rendang jengkol, gengkol balado, jengkol cabe hijau, kepupuk jengkol dan lain-lain.

Semua kuliner tersebut dapat menarik wisatawan untuk dating ke sumatera barat untuk sekedar mencicipi kuliner-kuliner tersebut. Dengan terbukanya potensi wisata kuliner ini. Selain dapat meningkatkan ekonomi wisata kuliner ini juga dapat mempromosikan kebudayaan yang ada di sumatera barat. Selain disumatra barat, di daerah jawa tengah juga terkenal dengan semur jengkolnya. Semur jengkol ini tidak hanya dapat ditemui di jawa tengah saja, tetapi juga bias kita temukan di daerah daerah lain, saking banyak peminatnya

Selain itu, jengkol dan petai juga menambil andil dalam peningkatan inflasi di beberapa daerah di Indonesia. Contohnya Kota Bandar lampung , Provinsi Banten, dan Provinsi Sumatera Barat

Kota Bandarlampung yang mengalami inflasi sebesar 0,63 persen pada bulan Juni 2019 andil dalam pembentukan inflasi di kota ini di antaranya adalah Jengkol. Yakni sebesar 0,05 persen dan petai 0,03 persen,  di Banten Jengkol pernah muncul sebagai pemicu inflasi sebesar 0,2 persen inflasinya

Menurut data BPS Sumbar, petai dan jengkol mengalami inflasi masing-masing sebesar 19,92 persen dan 27,50 persen dengan andil inflasi 0,08 persen dan 0,05 persen.

Advertisement