Geram, Warga Walisongo Blokir Jalan

15.977 dilihat

Banyuasin, Buana Indonesia-

Aksi blokir jalan1
Puluhan warga Walisongo lakukan aksi blokir jalan

Akibat keinginan warga untuk menikmati jalan yang mulus tanpa debu tak kunjung terealisasi oleh pihak perusahaan, akhirnya puluhan warga desa bukit khususnya warga jalan Wali Songo Tanjung Mulyo desa Bukit Kecamatan Betung kabupaten Banyuasin menghadang kendaraan dinas pembesar PTPN 7 yang berasal dari kota Bandar Lampung, menurut informasi akan mengadakan kunjungan kerja ke PTPN7 UU Betung Krawo.

Advertisement

Setelah orang yang dimaksudkan tak kunjung tiba, wargapun merasa kesal dan tetap melakukan aksi blokir jalan. Pengunjuk rasa yang dipimpin oleh Marno, menginginkan adanya kepedulian pihak PTP Nusantara 7 khususnya Unit Usaha Betung Krawo untuk mengaspal atau corbeton jalan simpang Walisongo Tanjung Mulyo desa Bukit. Menurut alasan mereka, pihak perusahaan telah puluhan tahun memanfaatkan jalan tersebut untuk kegiatan usahanya, namun sangat disayangkan hingga berita ini diturunkan keinginan warga untuk diaspal atau di corbeton belum terealisasi.

Slogan-slogan aksi yang dibuat oleh warga berisikan “WARGA MINTA PTPN7 BEKA SEGERA ASPAL JALAN WALISONGO, JANGAN UMBAR JANJI SAJA“, “MASYARAKAT BUTUH ASPAL BUKAN DEBU“, “PULUHAN TAHUN MENIKMATI FASILITAS JALAN RAKYAT, FIKIRKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT”, “HASIL KEBUN KRAWO BUKAN UNTUK MEMPERKAYA PEJABAT PTP SAJA“, dan slogan-slogan lainnya, hal ini menurut mereka bertujuan agar pembesar perusahaan membuka mata dan telinga atas keluhan masyarakat.

Setelah beberapa lama warga melakukan aksi blokir jalan, akhirnya pihak dari PTPN 7 Unit Usaha Betung Krawo datang diwakili oleh Into Indrady ST MM selaku sinder tehnik didampingi Mutaram selaku Sinder Umum, Heri Susanto Bagian Umum, bertemu dan melakukan perundingan secara langsung dengan perwakilan pengujuk rasa, Sumarno didampingi Ahmad Suwarso dan puluhan warga lainnya.

Pertemuan antara Perwakilan PTPN7 Krawo dengan pihak warga
Pertemuan perwakilan PTPN7 Krawo dengan pihak warga

Menurut Sumarno, mereka hanya melakukan aksi damai dan tidak anarkis, “kami tidak bermaksud lain, selain mempertanyakan dan meminta kepada pihak perusahaan PTPNusantara 7 untuk peduli atas jalan desa yang sudah dilalui kendaraan milik perusahaan untuk kegiatan operasional, sehingga baik perusahaan maupun rakyat dapat sama-sama menikmatinya. Bukan seperti sekarang ini, rakyat hanya menikmat debu yang berterbangan kerumah-rumah warga dan pengguna jalan lainya”, ungkap Marno.

Lebih lanjut Marno meminta kepada pihak perusahaan agar dapat merealisasikan keinginan warga, sehingga dengan adanya perusahaan didesa mereka dapat memberikan kontribusi yang nyata khususnya bagi warga setempat.

“kemana dana CSR yang sudah dianggarkan pihak perusahaan yang tujuannya untuk kesejahteraan rakyat? Puluhan tahun lamanya perusahaan beroperasi diwilayah kami, mengapa hanya untuk mengaspal jalan saja tidak mampu?”, ketus Marno.

Ahmad Suwarsono, tokoh agama warga Walisongo, dirinya dan warga lainnya mengharapkan adanya kepedulian pihak perusahaan atas kesejahteraan lingkungan. Salah satunya adalah masalah jalan, “sudah sewajarnya kalau PTPN 7 merealisasikan pengaspalan jalan, karena jika jalan desa ini bagus akan dinikmati bersama, baik pribadi karyawan perusahaan, operasional perusahaan maupun warga setempat”, ungkap Ahmad Suwarso.

Lebih lanjut Ahmad Suwarso mengatakan bahwa sebelumnya pihak perusahaan janji akan bantu gorong-gorong, namun hingga saat inipun belum terealisasi.

Senada, Edi selaku ketua RT 18 juga mengatakan bahwa mendukung sepenuhnya akan keinginan warga setempat, karena menurut Edi dengan adanya perusahaan didaerahnya tentu dapat berimbas lebih baik untuk masyarakat, terutama infrastruktur.

 “saya pribadi mendukung jika warga menginginkan adanya pengaspalan, karena jalan ini akan dimanfaatkan secara bersama. Antusias dan kebersamaan warga terlihat dengan adanya pelebaran jalan tanpa adanya ganti rugi oleh pihak manapun,” imbuh Edi.

Menanggapi hal itu, Into Indrady ST MM mengatakan dirinya akan menampung aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada atasannya, “saya disini diutus oleh pak Manajer untuk menerima aspirasi masyarakat, kemudian akan saya sampaikan kembali kepada atasan kami”, ungkap Into Indrady.

Into Indrady meminta kepada warga agar keinginannya itu dituangkan dalam bentuk surat pengajuan kepada pihak perusahaan, agar pihak PTPN 7 UU Betung Krawo dapat menyampaikannya kembali kepada pimpinan direksi selanjutnya untuk diproses.  (ch/team)

Advertisement