MUSI BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Gorong-gorong jalan provinsi di Desa Epil Kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dikeluhkan penguna jalan. Pasalnya jembatan penghubung tersebut kondisinya membahayakan pengguna jalan.
Selain bergelombang, persis ditengah jembatan kondisinya menyempit dan tidak adanya pembatas sisi kiri dan kanan jembatan.
Heriyanto (40) salah satu pengendara yang melintas mengatakan, kondisi gorong-gorong tersebut sangat membahayakan para pengguna jalan.
“dengan kondisi arus lalu lintas yang padat seperti sekarang, kondisi jembatan ini tentunya sangat membahayakan pengguna jalan. Selain lebar yang tidak wajar, kondiai jalan bergelombang ditambah jdinding pembatas jembatan, sangat sempit pak,” ujarnya kepada media ini, (07/02/015)
Sementara itu, jalan ini adalah jalan utama yang digunakan kendaraan umum menuju berbagai daerah kabupaten dalam wilayah Sumatera Selatan bahkan dapat dilalui menuju provinsi Bengkulu, Jambi, dan Padang. Sementara itu, kendaraan yang berlalu lalang mulai dari mobil kecil, truk, fuso sampai dengan trailer. Jadi jika tidak segera diperlebar dan diperbaiki secepatnya tentu akan membahayakan pengendara, imbuh Heriyanto.
“Saya sangat berhati-hati ketika melintas di jembatan ini. Selain takut jebakan melompatnya kendaraan akibat jalan bergelombang, juga menyempitnya badan jalan persis ditengah gorong-gorong ini,” terangnya.
Senada dikatakan Rohilah, warga desa Epil kecamatan Lais, berharap gorong-gorong tersebut segera di lakukan perbaikan oleh pihak berwenang agar tidak menyebabkan kecelakaan yang bisa menelan korban jiwa. Setiap pengguna jalan yang melintas, tidak ada yang pelan-pelan. Padahal jalan provinsi tersebut, juga dikenal dengan jalur paling berbahaya yang sering memakan korban.
“biasanya setiap tahun pasti ada korban. Seperti tahun kemarin sebuah kendaraan minibus pribadi tercebur didalam sungai ini,” ujar Rohilah.
Menurut Rohilah, jembatan tersebut sudah berpuluh-puluh tahun lamanya dan sudah selayaknya untuk diganti, selain sempitnya pagar dinding jembatan juga sudah tuanya usia gorong-gorong.
“saya takut ada kendaraan yang celaka disini akibat sempitnya jalan dan belum diaspalnya persis dibadan gorong-gorong,” imbuhnya seraya berharap segera adanya perbaikan dan pelebaran. (Cin)








