Ini Penyebab KPK Tangkap Bupati Banyuasin

12.470 dilihat

BUANAINDONESIA.COM – Teka-teki mengenai kasus apa yang dikenakan KPK terhadap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdia, dalam Oprasi Tangkap Tangan pada minggu seusai acara selamatan untuk menunaikan ibadah haji kini terjawab sudah.

Sebelumnya: Heboh Tiga pejabat Banyuasin Dijemput KPK

Advertisement

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan akhirnya menjelaskan, bahwa Yan Anton merupakan Anak Amirudin Inoed Bupati Banyuasin dua periode sejak 2013 hingga 2013. Ditangkap karena diduga menerima uang suap, sebagian dari uang haram itu untuk biaya berangkat haji bersama istrinya. Vinita Citra Karini.

Uang tersebut berasal dari Zulfikar Muhaimin pemilik CV Putra Pratama. “Jumlah yang diminta Yan Anton Rp 1 miliar. Rp 531.600.000 ditransfer ke biro perjalanan untuk berangkat haji berdua (Yan dan istrinya).” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).

Yan ditangkap KPK pada Minggu kemarin sesaat setelah mengadakan kegiatan pengajian dalam rangka dirinya dan istri berangkat haji.

Baca: Syukuran Jelang Berangkat Haji Bupat Banyuasin di “Sikat” KPK

Dalam OTT itu, KPK juga menangkap Rustami selaku Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin dan Umar Usman selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin di rumah dinas Bupati Banyuasin.

KPK juga menangkap Sutaryo selaku Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin dan Kirman selaku swasta yang bertugas sebagai pengepul dana. Lalu seorang pengusaha bernama Zulfikar Muharrami juga ditangkap.

Dari tangan Yan, KPK menyita uang Rp 299.800.000 dan USD 11.200. Kemudian dari tangan Sutaryo, KPK menyita Rp 50 juta. Lalu dari tangan Kirman, KPK menyita bukti setoran biaya haji ke sebuah biro perjalanan haji sebesar Rp 531.600.000.

Pemberian itu dilakukan Zulfikar atas permintaan Yan yang memanfaatkan sejumlah proyek di wilayahnya. Yan melihat adanya kesempatan untuk meminta uang kepada para pengusaha yang ingin mendapatkan proyek di wilayahnya.

Yan diduga meminta uang kepada Zulfikar yang ingin mendapatkan sebuah proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Dia pun berkongkalikong dengan para anak buahnya yaitu Rustami, Umar dan Sutaryo untuk meminta uang kepada Zulfikar apabila ingin mendapatkan proyek

Baca: Pasca OTT Ruang Pribadi Bupati Banyuasin di Segel.

Baca juga: Pasca OTT Rumah Pribadi Bupati Banyuasin Sepi

Advertisement