Investasi Kawasan Transmigrasi Mencapai 8,8 Triliun Rupiah

10.844 dilihat
ilustrasi perkebunan poto net

JAKARTA, buanaindonesia.com– Berdasarkan data Kemnakertrans hingga Desember 2011, telah ada 34 perusahaan yang bekerjasama kemitraan dengan pola inti-plasma dengan transmigran dan masyarakat sekitar melalui mekanisme Izin Pelaksanaan Transmigrasi (IPT) dengan rencana investasi mencapai 8,8 triliun rupiah. Investasi ini dilakukan dalam berbagai bidang meliputi perkebunan (inti maupun plasma) Kelapa Sawit, karet, pohon jarak dan produk pertanian lainnya.

Sementara itu, saat ini masih terdapat 45 perusahaan yang sedang dalam proses untuk memperoleh IPT yang tersebar di seluruh kawasan transmigrasi di Indonesia.”Investasi di kawasan transmigrasi ini dilakukan untuk peningkatan pengembangan produksi, pengolahan hasil usaha agar memiliki nilai tambah, memperlancar pemasaran hasil dan distribusi barang dan jasa,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kemnakertrans, Jamaluddien Malik seusai acara Peletakan Batu Pertama PKS dan Sarana Ibadah PT. Anugerah Energitama di Tepian Langsat pada Rabu (11/4).

Advertisement

Jamaluddien mengatakan pada hakikatnya, investasi di kawasan transmigrasi dikembangkan dengan prinsip demokrasi. Prinsip demokrasi ekonomi ini diaplikasikan dengan membangun kemitraan antara masyarakat/kelompok masyarakat dengan para investor yang setara dan saling menguntungkan serta transparan dalam pengelolaan usaha.

“Kawasan transmigrasi yang sebagian besar di daerah tertinggal, perbatasan dan garis terluar Republik Indonesia memerlukan dorongan dalam pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tergantung kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah,” katanya.

“Peran serta badan usaha serta masyarakat luas dalam berinvestasi di kawasan transmigrasi untuk memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia sangat diharapkan agar peningkatan kesejahteraan para transmigran serta masyarakat sekitar di kawasan transmigrasi dapat direalisasikan,” kata Jamalueddien (sumber Pusat Humas Kemnakertrans)

Advertisement