1.233 Warga Kecamatan Bojong Menerima Bantuan PKH Tahap I, Irna Minta Yang Sudah Mampu Graduasi Mandiri

10.897 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Kurang lebih sebanyak 1.233 warga Kecamatan Bojong dari 8 (delapan) Desa mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I, yang dipusatkan di Sekretariat PKH Kampung Awi Tali Desa Bojong Kecamatan Bojong, Senin 27 Januari 2020.

Advertisement

Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Bojong Irwandi Suherman mengatakan, bantuan yang diberikan pada tahap I ini kurang lebih sebanyak 973.250.000 rupiah, dengan besaran per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) variatif.

“untuk besaran yang diterima warga KPM tergantung komponen keluarga, sehingga besarannya itu pariativ tidak sama kalau KPM anaknya banyak dan masih sekolah akan besar juga nilainya ” ujarnya.

Irwandi menjelaskan besaran uang yang diterima bagi komponen keluarga untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sebesar 225.000 rupiah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 375.000 rupiah, Sekolah Menengah Atas (SMA) 500.000, dan Bayi Lima Tahun (Balita) 750.000.

“Bantuan akan digulirkan empat tahap, tahap II bulan April , tahap III bulan Juli, dan tahap IV bulan November,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang HJ Nuriah, jumlah keluarga penerima manpaat (KPM) Penerima PKH 64177, dari semua penerima program keluarga harapan belum semua menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

” nanti di 2020 kita masukin agara KPM PKH juga mendapatkan program BPNT, sementara Yang mendapatkan BPNT, 107000 angka kemisminan 113344 yang baru dapat bantuan kurang lebih,107000, dari jumalh kemiskian yang ada bukan berarti naik tetapi, dari jumlah tersebut belum terkaper dengan program Pemerintah, nah sekarang ini lagi kita usahakan ke Pemerintah pusat, untuk PKH yang graduasi mandiri ada sekitar 200 orang, nah kita apresiasi kepada masyarakat KPM PKH yang graduasi mandiri, dana nanti kita bisa alihkan kepada masyarakat yang layak mendaoatkan program, mudah mudahan setelah di tempel stiker di rumah KPM, banyak yang sadar bahwa mereka sudah tidak layak mendapatkan Program PKH maupu BPNT lagi, sehingga di berikan kepada masyarakat yang benar-benar layak mendapatkan program ” paparnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan, bantuan ini harus dimanfaatkan untuk kebutuhan anak, jangan sampai bantuan ini pakai untuk kebutuhan lain.

” PKH ini untuk perbaikan gizi dan peningkatan mutu pendidikan masyraakat, apabila dipergunakan untuk kebutuhan lain berarti tidak tepat sasaran ” imbuhnya.

Dikatakan Irna, bantuan PKH ini merupakan program pemerintah pusat yang bersinergi dengan Kabupaten .

“Kita ingin mewariskan generasi yang kuat Pendidikannya, kesehatan dan ekonomi, karena anak merupakan aset bangsa sebagai penerus estafet kepemimpinan, Ibu ‘sebut dirinya’ juga berharap, bagi masyarakat yang merasa sudah tidak memiliki komponen atau merasa sudah mandiri dan punya usaha penghasilan lain, harus dapat melakukan graduasi (pengunduran diri) mandiri sebagai KPM PKH.

“Kita harus faham karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan, untuk itu yang sudah tidak punya komponan silahkan mengajukan pemutusan sebagai penerima manfaat program PKH, agar masyarakat yang lain yang memang masih prasejahtera bisa juga menikmati program Pemerintah, tapi graduask itu atas dasar kesadaran sendiri tidak ada paksaan pihak-pihak lain ” Pungkasnya.