Ini Medan Jihad Versi Pimpinan Ponpes Al Huda

23.676 dibaca

GARUT, Buanaindonesia.com – Pendidikan merupakan salah satu tema sentral yang sangat menentukan bagi kehidupan suatu bangsa, karena indikator membuktikan, majunya satu Negara tergantung pada seberapa besarnya Bangsa atau Negara tersebut bisa memberikan porsi yang lebih kepada bidang tersebut dan bisa memajukan pendidikan. Betapa pentingnya bidang yang satu ini terbukti dengan dicantumkannya pada pembukaan UUD 1945 (Preambule)

“ Bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak mendapatkan penghidupan dan pendidikan yang layak, ” Kata Dede Salahudin, Ketua Ponpes Yayasan Al Huda Cihanja.

Advertisement

Masih kata pimpinan Ponpes yang berlokasi di Cihanja Desa Caringin Kecamatan Karangtengah Garut itu bahwa keseriusan pemerintah sebagai penyelenggara negara dalam memajukan pendidikan harus didukung oleh seluruh elemen bangsa dan peran serta masyarakat dalam pengurusannya.

“ Tugas yang diemban merupakan ladang amal ibadah dan medan jihad untuk menegakkan Islam yang Rahmatan Lil’alamiin, ” Kata dia

Semenjak menerima penyerahan kepengurusan dari orang tuanya HE. Sucherman sebagai pendiri dan ketua Yayasan Alhuda dengan alasan usia dan kesehatan, pria paruh baya yang mempersunting seorang isteri yang ayahnya berdarah Sumatera serta ibunya berdarah Madura, Hj. E. Virgiana Marulita Simatupang dan dikaruniai seorang putra bernama Maulana Rizky ini, siap mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk kemajuan dan pengembangan Yayasan yang telah dibina dan dibesarkan oleh orang tuanya itu.

Sebagai penerus, Dede akan selalu mengingat pesan ayahnya, bahwa anak anak yang duduk sebagai pengurus Yayasan agar senantiasa menjadikan kepengurusannya sebagai ladang amal ibadah dan tugas yang diemban merupakan medan jihad untuk menegakkan Islam yang Rahmatan Lil’alamiin

” Medan untuk menempa diri, mematangkan mental dan membesarkan jiwa”. Ini beban berat yang harus dijalani, karena Yayasan ini masih dalam tahap pembangunan. Banyak membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah dan orang-orang dermawan, baik sarana pendidikan (berupa bangunan ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang olahraga dan ruang praktik), maupun prasarana (seperti jalan dan air bersih)” tegas Dede.

Dalam mengemban amanahnya pria kelahiran Kampung Cihanja ini selalu berharap masukan dan bantuan pemikiran dari orang orang di sekitar Yayasan dan masyarakat Cihanja. Karena menurutnya tugas dan amanah yang ada dipundaknya dalam mengembangkan dan membesarkan pondok pesantren Al huda baik dari segi keagamaan (Imtaq) maupun segi pendidikan keterampilan (Iptek)  formal yang ada dalam naungan Yayasan Al Huda dari tingkat PAUD, TKIT, SDIT, SMPIT dan SMKIT akan terasa ringan” pungkas Dede.