4.500 Orang Meninggal Setiap Hari Karena Penyakit TB

8.572 dibaca
Menkes RI Nila Moeloek menjadi keynote speaker dalam seminar rangkaian peringatan TB Day di RSPG Cisarua kabupaten Bogor. Kamis, 22 Maret 2018.(BUANA INDONESIA NETWORK/Acep Mulyana).

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR –
Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengemukakan, saat ini Indonesia menjadi negara dengan kasus tuberculosis (TB) kedua terbesar di dunia. Data WHO tahun 2016, terdapat 10,4 juta penduduk terinfeksi TB dan 1,8 juta jiwa meninggal karenanya atau sebanyak 4.500 orang meninggal setiap harinya. 

Advertisement

“Salah satu penyumbang hal tersebut adalah rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia pada umumnya terhadap penyakit tuberkulosis termasuk di area kota dan kabupaten Bogor,” kata Nila Moeloek saat menjadi keynote speaker dalam seminar ilmiah dan seminar awam dalam rangkaian Hari Tuberculosis (TB Day) setiap tanggal 24 Maret, di Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua, kabupaten Bogor. Kamis 22 Maret 2018.

Dalam kesempatan tersebut, menkes juga meresmikan pemanfaatan gedung kaca piring sebagai ruang perawatan TB dan TB-resisten obat (TB-RO) / multi drug resistant tuberculosis (MDR TB) di RSPG Cisarua.

Humas RSPG Cisarua, Iwan Ridwanullah, menjelaskan, seminar peringatan TB Day 2018 di RSPG Cisarua Bogor yang digelar selama dua hari tanggal 22 sampai 23 Maret 2018 ini sangat penting digelar mengingat masih tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang mengidap penyakit TB.

“Maka kami RSPG mengadakan seminar ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga medis dan masyarakat dengan seminar. Seminar ini dikemas secara informatif, edukatif dan komunikatif dengan harapan masyarakat dapat melihat, mendengar dan menyadari secara langsung bahwa penyakit TB ini benar-benar menyebar secara cepat dan masif. Jadi, harapan lebih jauh dari pelaksanaan seminar ini adalah bahwa tokoh masyarakat, asosiasi profesi, asosiasi rumah sakit dapat berperan penting sebagai leaders dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam memberantas dan menanggulangi TB secara nasional,” imbuhnya.

RSPG Cisarua Bogor, kata Iwan, merupakan unit pelaksana teknis di bawah kemenkes RI sebagai RS khusus paru jelas A, yang diamanatkan menyelenggarakan upaya penyembuhan dan pemulihan secara paripurna di bidang kesehatan paru secara serasi, terpadu dan berkesinambungan dengan upaya peningkatan kesehatan lainnya.

Tugas tersebut menjadi amanah untuk RSPG dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberkulosis.

Seminar ini juga menghadirkan pembicara guru besar ilmu kesehatan paru fakultas kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Menaldi Rasmin, penanggung jawab penyakit TB-RO RSPG Cisarua Bogor, dr. Neni Sawitri, dr. Nina Herlina, dan Ahmad Samsudin Nugraha.

Seminar awam yang dipandu selebriti Hengky Kurniawan ini juga dihadiri para pimpinan RSPG Cisarua, Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM), Asosiasi Rumah Sakit dan Balai Paru Indonesia (ARSABAPI), RSUD dan RS swasta di wilayah kabupaten dan kota Bogor, kepala dinas kesehatan kabupaten dan kota Bogor, kepala puskesmas kabupaten dan kota Bogor, organisasi pemerhati pemberantasan TB (PPTI, WHO, GF-ATM, dll), pejabat lintas sektor, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan masyarakat.

Editor : NA