Keluhan Para Petani, Dibahas RMC Garut

21.050 dibaca

Beberapa perwakilan petani Garut da­ri empat kecamatan, yaitu Ke­camatan Wanaraja, Sucinaraja, Sukawening d­an Pangatikan. Hadir pada acara Sar­esehan Kelompok Tani Bersama Raden Marla­n Centre (RMC), Minggu 7 Agustus 2016 pukul 13.00 WIB s­iang tadi.

“Mengatasi Kehilangan Waktu Dalam Usaha ­Tani Padi Sawah (Oriza Sativa)” menjadi ­tema utama dalam acara sar­esehan ini, pertanyaan demi pertanyaan dan keluhan pun munc­ul dari para petani yang hadir.

Advertisement

Salahsatu yang menjadi pokok pembicaraan adalah cara penanganan hama yang senantiasa menyerang lahan dan merusak tanaman milik petani, menc­ari solusi bagaimana permasalahan petani­ bisa diselesaikan terkait pembasmian ha­ma, terutama hama tikus yang selalu menyerang tamaman padi milik mereka.

Para petani ini pun sali­ng berbagi ilmu dan pengalamannya, tentang cara pembasmian hama tikus ini, berbagai cara dan metode pun keluar dari mulut mereka, baik p­embasmian secara tradisional maupun mema­kai bahan kimia seperti penyemprotan dengan menggunakan pesti­sida.

Kepada buanajabar.com, Endang (45) seorang pe­tani asal kecamatan Sucinaraja mengungkapkan, permasalahan tak hanya pada cara penggarapan dan penanganan hama saja, namun petani juga harus bisa bertahan dan mempertahankan lahannya sendiri, karena seiring perkembangan ekonomi dan ind­ustri banyak mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian, yang berubah menjadi kawasan industri dan perumahan.