BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Meroketnya harga gas elpiji bersubsidi dengan bobot 3 kg menjadi pembahasan hangat masyarakat pandeglang. Masyarakat meminta kepada pemerintah untuk lakukan sidak ke beberapa distributor (agen penjual gas elpiji) bersubsidi yang tersebar dibeberapa kecamatan dipandeglang.
Pada Senin, 28 November 2016 Deni, warga masyarakat desa Gombong kecamatan Panimbang mengeluhkan keadaan ini
” Cukup beralasan jika saja ini tetap didiamkan para pengecer akan terus lakukan penjualannya kepada masyarakat miskin dengan harga melambung tinggi. Penjualan bervareasi dari mulai kisaran harga sebesar Rp 25 ribu hingga sebesar Rp 27 ribu pertabung . Ini karena distributor (agen) sendiri menjual kepada pengecer dengan harga sebesar Rp 21 ribu hingga sebesar Rp 22 ribu pertabung, ” Keluh Deni
Masih kata Deni meroketnya harga tabung gas elpiji bersubsidi berbobot 3 kg di pandeglang ini telah berjalan lama namun hingga saat ini pemerintah hanya tutup mata.
” Sementara mereka (agen) tetap saja melakukan penjualannya seenaknya saja. Bayangkan Tidak sedikit mereka mengeruk keuntungan dari penjualan gas elpiji ke pada masyarakat miskin. Ironisnya lagi dengan gas subsidi yang diberikan pemerintah, mereka terus saja langgar. pemerintah berikan subsidi bertujuan untuk membantu kepada masyarakat miskin agar dapat menikmati dan sejahtera, ” sambung Deni
Sementara Seding salah satu pemilik warung eceran gas elpiji 3kg asal panimbang membenarkan meroketnya harga jual ‘ si melon ‘ ini
” Saya membeli kepada distributor (agen) dipanimbang dengan harga Rp 22 ribu, Dengan batasan pengisian sebanyak 25 tabung untuk seminggu, dengan jatah tabung yang dibatasi hanya sebanyak 10 – 25 tabung gas saja. Dan kami menjual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp 26 ribu pertabung. Ketika stok barang sudah kosong kamipun harus rela mencari gas elpiji kebeberapa agen lainnya di Panimbang. walau harga berbeda namun tidak ada alasan, tetap kami beli karena untuk menutupi kebutuhan pelanggan, ” tambahnya.












