Ternyata Gadis Belia Bernama Sela Itu Dibunuh

38.379 dibaca

PANDEGLANG, BuanaJabar.com – Kematian Sela Maresela (16) gadis muda yang baru lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Angsana Pandeglang akhirnya diungkap Polisi.

Gadis belia warga Kampung Taraju Masjid RT 01/01 Desa Angsana Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang yang ditemukan mengambang di kali Koronjo pada sabtu 16 Juli 2016 kemarin ternyata dibunuh kekasihnya sendiri.

Advertisement

Sela diketahui pergi dari rumah pada Rabu, 13 Juli 2016. Korban diketahui pergi dari rumah menggunakan kedaraan roda dua untuk menemui pacarnya yang berinisial AD warga Kampung Rancasari RT 03 RW 04 Desa Keramatmanik Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang.

Dalam pertemuannya itu, korban membicarakan hubungannya selama enam bulan bersama telah mengandung seorang bayi (hamil) dan kehamilannya itu atas perbuatan hubungan intim dengan AD. Karena korban tidak mau menanggung malu dengan keadaannya itu, korban meminta AD untuk bertanggungjawab agar segera menikahinya.

Karena AD juga merasa usianya masih muda dan masih berstatus pelajar, tidak mau menikahi kekasihnya itu. Disitulah mucul niat buruknya untuk membunuh kekasihnya, Sela. AD menghabisi nyawa korban dengan cara memukul korban sampai terjatuh ke kali hingga korban hanyut dan akhirnya ditemukan tak bernyawa.

Guna menghilangkan jejak, AD pun membuat modus menggunakan ponsel korban dan mengirim pesan ke ponsel miliknya yang berisikan meminta AD agar mengambil motor korban yang terparkir disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). AD pun langsung memberi tahu keluarga korban bahwa ia mendapatkan SMS dari korban.

Setelah, keluarga korban mendapatkan SMS itu dari AD, langsung melapor ke polisi bahwa Sela hilang. Keluarga korban juga langsung menjemput motor korban dari hasil SMS yang didapat. Ternyata, benar motor korban ada di tempat yang ditujukan SMS, tapi korban waktu itu tidak ditemukan.

Karena keluarga masih penasaran, terus menerus mencari korban di sekitar motor yang terparkir dan ternyata Sela ditemukan tewas dengan keadaan mengambang di air kali Koronjo.

Kapolres Kabuten Pandeglang AKBP Ary Satriyan mengatakan pihaknya sangat serius menangani kasus penemuan mayat tersebut. Menurut dia, sekitar dua jam pihaknya melakukan olah TKP, penyelidikan dan pemeriksaan. Dari hasil yang dilakukannya itu, polisi berhasil mengungkap kematian Sela.

“Walaupun hasil otopsi secara keseluruhan belum ada, tapi hasil dari pemeriksaan dari luar bahwa diketahui kuat korban mati dalam keadaan hamil. Dari situlah kami mendalaminya dan menemukan titik terang bahwa korban mati karena dibunuh,” ungkap Ary.

Kata Ary pihaknya langsung meminta AD hadir untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Dalam keterangan yang diberikan AD, terungkap bahwa AD lah yang membunuh korban.

“Untuk sementara ini hasil dari pemeriksaan yang kami lakukan, bahwa tersangka AD ini telah menjalani pacaran sekitar enam bulan. Korban sebagai pacar AD itu telah hamil dan meminta tanggungjawab kepada pelaku. Dengan alasan masih mudah dan belum berkerja, pelaku tidak mau bertanggungjawab. Dari situlah pelaku membunuh korban,” jelasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Salahuddin menambahkan untuk sementara ini pihaknya baru berhasil mengungkap satu pelaku saja. Untuk itu, ia akan terus mendalami kasus pembunuhan itu sampai tuntas. Karena kemungkinan pelaku pembunuhan itu bukan satu orang.

“ Kalau hasil otopsi secara keseluruhan belum ada dan masih dalam proses. Nanti kalau hasil otopsinya sudah lengkap semua, kami akan mengeksposnya secara detail,” ujarnya.

Sampai diterbitkannya berita hari ini, keluarga korban masih dalam keadaan berduka dan belum bisa dimintai keterangan.