Pengerajin Anyaman Pandan Kurang Perhatian Dari Pemkab Pandeglang

67.396 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, BANTEN – Pengerajin anyaman Pandan yang berada di Kmpung Salingara desa Kadulimus Kecamatan Banjar masih kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Sedangkan pengerajin anyaman pandan di wilayah Tasik ( Jabar ) sendiri bahan bakunya dikirim dari wilayah Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang.

Advertisement

Mutiara Hady salah seorang pengerajin anyaman pandan, mengatakan dirinya sudah sekitar 10 tahun menekuni usaha kerajinan anyaman pandan, dengan bentuk jenis berbagai macam,  mulai dari Kanderon,  topi pandan, tiker pandan tas permpuan, bahkan sendal dan sepatu selop dan lainnya,

” ini hasil dari kreatif dari para pengerajin yang berada di wilayah kampung sini, awalnya sama saya juga pengerajin, karena saya kasihan sama masyarakat yang setiap hari hanya berpenghasilan dari kerajinan anyaman, maka saya coba tampung dan saya yang menjualnya, tapi saya juga terbatas untuk melakukan pemasaran terutama keterbatasan modal, jadi saya hanya bisa menampung sedikit paling dalam sebulan hanya seribu produk, “paparnya

Lanjut Hady dirinya saat ini kewalahan menampung hasil karya para pengrajin

” Sedangkan dari masyarakat kalau kita tampung dalam satu Bulan untuk Kanderon aja bisa sampai 10 biji dari semua pengerajin, kalau misalkan ada perhatian khusus dari Pemerintah untuk modal dan pemasaran,  masyarakat pengerajin anyaman pandan ini akan terbantu, kemudian kerajinan khas pandeglang bisa menembus pasar internasional, harapan saya ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Saya berharap sekali ada sentuhan dari Ibu Bupati dan Wakil Bupati, agar ekonomi masyarakat pengerajin anyaman pandan bisa meningkat, ” harapnya