BUANAINDONESIA, SUKABUMI – Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah salah satu program pemerintah bersubsidi dalam membantu masyarakat yang memiliki usaha produktif dan berkeinginan untuk menambah modal mengembangkan usahanya, dengan sasaran sektor produktif diantaranya, Pertanian, Perikanan, UMKM, TKI, dan Industri Pengolahan dan Program KUR sendiri sudah jamin pemerintah melalui Jamkrindo dan Askrindo.
Namun penyaluran KUR tersebut, masih tidak memenuhi target pemerintah, padahal pemerintah sudah meningkatkan nominal KUR dari 100 triliun pada tahun 2016, menjadi 110 triliun pada tahun 2017, Se-Indonesia melalui 32 perbankan, 4 perusahaan pembiayaan,1 Pemodalan nasional madani serta 1 Koprasi Kospin Jasa yang ikut berpartisifasi dalam penyaluran KUR.
Berdasarkan data penyaluran KUR , Jawa Barat peringkat ke 3 dalam penyalurannya, paling kecil nilai dan debiturnya apalagi Sukabumi sangat minim.
Menurut, Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK. Prof. DR. Ilya Avianti SE, M.Si .Ak mengatakan, KUR adalah program pemerintah bersubsidi yang harus disalurkan kepada masyarakat yang memiliki usaha produktif, oleh perbankan yang sudah ditunjuk oleh pemerintah seperti Bank BRI, BNI dan Mandiri,tapi kenyataannya KUR penyalurannya masih jauh dari target pemerintah , contoh, Sukabumi penyaluran KUR sangat minim, padahal Sukabumi pelaku usaha dan UMKMnya sangat banyak.
‘’Sayang kalau KUR ini, tidak dimanfaatkan serta disalurkan kepada pelaku usaha maupun UMKM, karena ini program pemerintah bersubsidi yang sudah dijamin pemerintah melalui Jamkrindo dan Askrindo, dan apabila pihak yang ditujuk pemerintah tidak bisa melaksanakannya, kami OJK akan tindak tegas dan memberikan sangsi, untuk penyaluranya sendiri OJK pun akan monitoring penyalurannya.’’Kata Dewan komisioner OJK Ilya Avianti saat diwawancara wartawan di Hotel Mexone Kota Sukabumi.
Sementara itu, Komisi XI, DPR-RI Partai Gerindra Heri Gunawan menjelaskan, penyaluran KUR secara nasional masih belum optimal, kenyataannya perapril kemaren baru tersalurkan 18 persen dari 110 triliun ini, dari 37 penyalur seperti perbankan, lembaga keuangan dan koprasi. Padahal sudah dijamin oleh Jamkrindo dan Askrindo dan bunganya pun disubsidi pemerintah, subsidi bunganya pun sampai 90 triliun untuk KUR tahun 2017 ini.tapikan tidak merata
‘’Setiap kita kunjungan ke daerah kalau kita tanya KUR, masyarakat banyak mengeluh,’’ Pa, KUR mikro kalau pijam katanya dibawah 25 juta, tampa anggunan, tapi kenyataannya 25 juta, harus ada anggunan, jadi sosialisasi KUR oleh beberapa bank dan lembaga penanam modal yang mereka sentuh, yang sudah memperoleh kredit komersil dan bukan orang pelaku usaha yang baru, makanya KUR ini, sangat minim untuk di Sukabumi penyalurannya.’’ucapnya.
Lanjut, Hergun mengatakan, transaksi disukabumi ini besar, tapi kenapa KURnya sangat rendah, karena kurang menyentuhnya UMKM yang ada di Sukabumi,padahal pemerintah sudah menjaminnya, semoga kedepannya perbankan yang tinjuk pemerintah dalam penyaluran KUR, tidak lagi mempersulit program pemerintah dalam memberikan bantuan kepada pengusaha pemula terkait modal.
‘’ Saya pun berharap, kepada teman-teman di Kota dan Kabupaten Sukabumi, kalau mendapatkan kredit pergunakanlah dengan baik dan benar, mari kita tunjukan juga kepercayaannya, jangan sampai dikasih kredit dipake yang lain –lain, dan kepada pihak Bank BNI,BRI dan Mandiri bisa ngasih nomer teleponnya sehingga para pelaku yang mengikuti kegiatan ini, dan bisa langsung akses, ‘’kata komisionerpun harus ada tindaklanjutnya dan akan ada monitor penyalurannya ada ga klosingnya.apabila tidak ada tidaklanjutnya akan ada sangsi tegas, “pungkasnya









