Posisi Susi Pudjiastuti Gawat Dan Akan Didatangi Puluhan Orang Dari Masyarakat Adat . Ada Hubungannya ?

20.415 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Puluhan orang berkumpul di Sekretariat BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Mereka merupakan 40 olot ( pemuka adat ) dan mewakili 20 Kasepuhan masyarakat Adat di Jawa Barat. 40 Olot yang tergabung dalam BOMA Jabar ini berniat akan mendatangi kantor Menteri Kelautan dan Perikanan dan menemui menteri Susi Pudjiastuti.

Eka Santosa selaku Duta Sawala atau Sekjen BOMA Jabar mengatakan, pihaknya berencana memberikan penganugerahan gelar pada  Susi. Penganugrahan ini sempat “tertunda” sejak tahun 2012

Advertisement

” Intinya, para olot ini sudah memberi gelar ke Ibu Susi Pudjiastuti jauh sebelum ia menjabat sebagai Menteri KKP. Peresmian penganugerahan beberapa kali tertunda, karena kesibukan Ibu Susi sendiri. Baru besoklah (19/7/2017) dilakukan. Makanya, saya sebut punya makna khusus, ” kata Eka

Olot Ugis Suganda yang akrab disapa Wa Ugis dari Kampung Adat Sinar Resmi Kabupaten Sukabumi, seusai gempungan ini mengemukakan, keputusan pemberian gelar ini hasil kesepakatan di antara para olot pada 2012. Menurutnya, Susi Pudjiastuti ditemui secara khusus ketika digelar perhelatan budaya di Pangandaran Jawa Barat

” Sejak itu, perempuan yang masih fokus di bisnis penerbangan dan memasarkan ikan hasil tangkapan nelayan kecil, dipasarkan ke luar negeri. Menurut kami, ini terobosan luar biasa. Kiprahnya, patut diapresiasi,” tandasnya

Wa Ugis menambahkan, dalam lima tahun terakhir Susi dengan kebijakan – kebijakannya mampu mengatasi mafia kelautan

“Ternyata, lima tahun kemudian, posisi beliau walaupun akhir-akhir ini digempur para mafia kelautan dari dalam dan luar negeri, masih tetap unggul. Kebijakannya sejauh demi kemaslahatan, patut didukung. Kami siap melindunginya, ” katanya

Sementara itu Olot ‘kharismatik’ Abah Uluk dari Kampung Adat Dukuh Kabupaten Garut menyatakan Susi merupakan ibu bangsa

” Kami tidak mengerti politik dari para elit di Jakarta. Tak habis pikir, nurani kami sejak lama menaruh perhatian khusus padanya. Ia bukan perempuan biasa, ia kami sebut sebagai Ibu Bangsa. Perhatiannya pada rakyat kecil seperti kami, sudah teruji, ” kata dia

Sementara itu Jajang Sanaga, olot dari Kampung Sanaga Salawu Kabupaten Tasikmalaya yang dalam posisi BOMA Jabar menjabat sebagai Ketua Harian, pun mengurai makna penganugerahan ini

” Mungkin ini sebuah kebetulan, peresmiannya baru bisa besok dilakukan. Kami maknai saja, janganlah sekali-kali menganggu kebijakan ‘Wadonna Pinjunjul’ yang sudah kami anggap sebagai Ibu Bangsa. Bukankah, kebijakannya di bidang kelautan selama ini jauh lebih baik untuk kemaslahatan bangsa dan negara? PBB dan lembaga internasional saja mengakuinya? Inilah makna kehadiran kami, ” kata Jajang

Terkait Susi,  sebelumnya diberitakan, Wanita nyentrik kelahiran Pangandaran Jawa Barat ini  kembali menjadi sorotan setelah Budi Gunawan, kepala Badan Intelijen Negara ( BIN ) mengungkap,  bahwa posisi Susi sebagai menteri sedang digoyang sejumlah pihak yang merasa terancam dengan kebijakan – kebijakan Susi.

Susi memberi tanggapan atas pernyataan Budi itu. Dirinya merasa berbagai kebijakan yang diambilnya di bidang kelautan dan perikanan, seperti memerangi pencurian ikan, sudah mengganggu kenyamanan sejumlah pihak. Susi sendiri tidak heran apabila ada kekuatan yang berusaha mencopotnya dari kursi menteri.

” Apa yang saya lakukan mengganggu comfort zone (zona nyaman). Comfort zone dari orang yang selama ini mendapat keuntungan besar dengan cara tidak appropriate,” kata Susi.

“Jadi pasti banyak yang tidak suka. Saya mencoba membetulkan. Untuk siapa? Ya, untuk Indonesia. Ya, pasti yang tidak suka banyak. Tapi kan saya bekerja untuk Pak Presiden dan Indonesia,” tambah perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat ini.