Tolak Transportasi Online, Angkot Aksi Mogok

15.720 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, CIMAHI – Akibat aksi mogok ratusan sopir angkutan umum dari berbagai trayek dikota Cimahi, warga pengguna jasa angkutan umum terlantar akibat tidak ada angkutan yang ber-operasi di Cimahi. Warga bahkan harus berjalan jauh untuk mencari angkutan umum, namun tak kunjung ada.

“Saya sengaja dari rumah jalan kaki ke brigif, terus pulangnya udah gak ada mobil angkot, pulangnya udah kecapean bangat pak,” kata Imas salah satu warga pengguna jasa angkutan umum, di jalan raya Leuwi gajah, kota Cimahi, senin, (25/9/17).

Advertisement

Untuk membantu warga, pihak kepolisian dan TNI mengerahkan sejumlah mobil truk untuk mengantarkan warga yang terlantar.

Warga yang merasa terbantu dengan adanya mobil truk milik TNI dan polisi yang mengantarkan ke tempat tujuan sangat berterima kasih.

“Terima kasih kepada bapak polisi yang telah membantu mengantar kami pulang sehingga tidak sakit kaki,” Ucap Imas.

Warga mengaku tidak mengetahui jika hari ini ada aksi mogok bersama yang dilakukan oleh para sopir angkot.

“Angkotnya gak tau kemana, lagi demo katanya ini kan warga lagi membutuhkan kendaraan umum,” tutur Imas.

Sementara itu angkot yang mogok merupakan trayek Cimindi-Cimahi, Soreang – Cimahi, Cibeber – Cimahi, dan contong – Cimahi,

Sebelum melakukan audiensi dengan pihak dinas perhubungan kota Cimahi, peserta aksi melakukan unjuk rassa di bundaran Leuwi gajah, kota Cimahi. Audiensi dengan pihak dishub, massa merasa keinginannya belum terpenuhi.

“Keinginan kami adalah penolakan grab beroperasi di jalur angkutan kota,” kata Ari Wibowo, selaku ketua persatuan angkot Cimindi Cimahi.

Dengan hadirnya angkutan berbasis online di Kota Cimahi para sopir merasa dirugikan, bahakan diakui dengan adanya taksi online pendapatan mereka menurun drastis, dari biasanya sehari 180 ribu, kini untuk menghidupi keluarga saja sudah terasa sulit.

“Kalau ditanya seberapa parahnya itu, setelah adanya taksi online ini, kami sudah tidak bisa menghidupi keluarga kami. Kalau dulu bisa dapat 180 ribu per hari saat ini setoran mobil saja gak dapat,” tuturnya.

Opsi lain yang ditawarkan pada pihak dishub Cimahi, para sopir minta disejahterakan, salah satunya dengan perpanjangan trayek operasi.

“Opsi lain kami minta sopir angkot disejahterakan dengan adanya perpanjangan trayek,” pinta Ari.