Minimnya Akses Buku, Pemuda Ini Gelar Perpustakaan Jalanan

18.661 dibaca
Perpustakaan jalanan kritikan bagi pemerintahan setempat yang masih belum bisa merealisasikan adanya perpustakaan bagi masyarakat.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG BARAT- Kehadiran perpustakaan jalanan merupakan kritik bagi pemerintahan setempat yang masih belum bisa merealisasikan adanya perpustakaan bagi masyarakat.

Bagi penggiat literasi, perpustakaan merupakan jendela ilmu yang luas. Begitu pun bagi beberapa pemuda di Kabupaten Bandung Barat yang gemar dalam membaca tetapi tidak memiliki fasilitas yang nyaman, hingga akhirnya mereka membuat perpustakaan sendiri.

Advertisement

Perpustakaan Jalanan yang setiap seminggu sehari ini hadir di depan kantor DPRD Bandung Barat, merupakan upaya untuk mengembangkan minat baca masyarakat setempat.

“Hadirnya Perpustakaan Jalanan itu, pertama, yaitu sebagai medium untuk mengkritik pemerintah daerah karena memang belum memiliki perpustakaan yang real hanya sebatas perpustakaan mobile, dan yang kedua, kami hadir bukan sebagai saingan untuk perpustakaan lain, tetapi untuk mengajak masyarakat bahwa literasi itu sangat penting,” ujar Ihsan Zaki selaku koordinator Perpustakaan Jalanan.

Adapun buku yang tersedia di Perpustakaan Jalanan ini ialah sekitar 250 buku. Dimiliki secara kolektif serta ada juga sumbangan dari beberapa anggota, hingga dana-dana pribadi yang dibelikan buku.

Selain itu, Perpustakaan Jalanan pun sering mengadakan kegiatan lainnya seperti orasi, bermain musik dan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk mengajak siswa-siswi mengembangkan budaya membaca.

“Tujuan budaya membaca itu sebagai modal melihat setiap permasalahan sosial secara kompleks, serta kami berharap Pemerintah jangan sampai membuat rakyat itu buta”, tegasnya.

Editor: NA