Kondisi Jalan Rusak, Sopir Angkutan Sampah Ke Sarimukti Khawatirkan Keselamatan

17.076 dibaca
Akibat jalan berlumpur, sejumlah truk angkutan sampah harus tersendat. Kondisi jalan berlumpur juga dikhawatirkan mengancam keselamatan para awak angkutan sampah ini.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG BARAT – Jalan menuju Tempat Pembuangan Sampah Akhir Sarimukti Kabupaten Bandung Barat berlumpur. Sejumlah truk pengangkut sampah tersendat. Akibatnya petugas terpaksa membiarkan sampah didalam bak mobil menunggu jalan kering walaupun harus menunggu berjam-jam.

Advertisement

Dari amatan kontributor Buana Indonesia Network, Acep Dimulya dilokasi, kerusakan jalan menuju TPS tersebut imbas dari guyuran hujan beberapa hari belakangan ini. Akibatnya jalannya berlumpur sehingga supir truk sampah enggan membawa truknya masuk ke dalam karena khawatir mobil akan terjebak lumpur.

Karena belum bisa membuang sampah, truk-truk sampah tersebut terpaksa menunggu antrian hingga berjam-jam.

Akibat dari antrian yang panjang ini Unit Pelaksana Teknis (UPT) kebersihan Kabupaten Bandung Barat, 1 truck yang seharusnya dapat mengangkut sampah 8 kali perhari, kali ini hanya dapat 1  kali. Waktu tempuh pun semakin lama.

“Kemarin, sampahnya mau dibuang tetapi masih berlumpur terpaksa kita nunggu antrian hingga berjam-jam.Sudah 2 hari ini sampah-sampah tersebut tidak bisa dibuang kemana-mana. Memang beginilah kendalanya kalau musim hujan. Sampah-sampah di pasar pun tampaknya mulai menumpuk,” ujar Resna salah satu sopir truk pengangkut sampah di Sarimukti, Kamis, 8 Maret 2018

Saat ini, lanjut Resna, pihaknya bingung sampah tersebut hendak dibuang kemana lagi. Sebab TPS tersebut, satu-satunya tempat pembuangan sampah yang ada di KBB. Sebab dari dahulu sampai sekarang di KBB ini, belum ada tempat pembuangan sampah permanen seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Lain lagi dengan Angga salah satu sopir ini, truck yang ia kemudikannya sempat terguling dua kali karena lumpur dalam landasan itu menyulitkan para sopir pengangkut sampah ini menjadi ekstra kerja keras.

“Karena ini sangat membahayakan para pekerja, saya anggap taruhannya nyawa,kami berharap pihak-pihak terkait dapat secepatnya melakukan pembenahan di lokasi jalan dalam TPA ini”ujar Angga.

Pemerintah Provinsi Jabar sendiri telah mengajukan penambahan masa guna TPA Sarimukti yang habis tahun ini hingga 2020 nanti kepada Perum Perhutani. Selain itu, Pemprov juga mengajukan penambahan luas TPA dari 25 hektare hingga 40 hektare. Pengajuan ini untuk menunggu operasionalnya TPA Legoknangka di Nagreg, Kabupaten Bandung.

TPA Sarimukti menampung sampah dari tiga wilayah yakni, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Dari keseluruhan luas lahan, 60-70 persennya digunakan untuk landfill (pembuangan sampah), sementara sisanya digunakan untuk pengolahan air resapan limbah sampah dan gedung pengomposan sampah.