BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG -Proyek Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kecamatan Cigeulis masih menyisakan persoalan.
David salah satu pemilik lahan yang berada dikawasan tersebut kepada awak media mengatakan, tidak sedikit lahan milik masyarakat sekitar kawasan proyek menjadi korban. karena akses jalan yang dilalui oleh proyek tersebut belum adanya kejelasan dari pihak pemerintah. David berharap kepada Instansi yang membidangi Proyek Kementrian PU ini agar segera dilakukannya pembayaran jalan miliknya dengan luas 800 Meter persegi.
Proyek Pembangunan TPA Cigeulis kabupaten pandeglang, Banten ini menghabiskan anggaran Rp 14.086.700.000. Seluruh anggaran berasal dari APBN 2017 kementrian PU dan Perumahan Rakyat Direktorat Cipta Karya. Proyek yang diduga masih bermasalah ini dikerjakan oleh PT Riden Jaya kontruksi dan PT Jabez Pratama Konsultan tersebut kini terpaksa dihentikan,
” Karena pemilik lahan akan menutup kembali akses jalan yang dilalui oleh proyek tersebut, ” kata David, selasa, 18 Juli 2017.
Sementara itu, Mulyana Direktur PT BNR ( Salah satu perusahaan sub kontraktor yang terlibat dalam proyek tersebut) saat dihubungi mengatakan, pihaknya mempersilakan warga menutup jalan
” Silahkan jika lahan yang akan dilalui untuk tutup kembali,” kilasnya.










