
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG — Rafif Azar Rachman, bayi berusia dua bulan yang ditengarai terluka karena tesayat saat dilahirkan, masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.Sementara itu, pihak Puskesmas Garuda, dimana Rafif dilahirkan belum bersedia memberikan keterangan terkait hal ini.
Kepala UPT Puskesmas Garuda dr Nita belum bisa dimintai konfirmasi oleh awak media terkait kejadian dugaan salah penanganan medis terhadap Rafif Azar Rachman.
“Barusan juga ada yang nelpon untuk konfirmasi gak bisa sekarang. Saya lagi rapat dalam seminggu ini gak bisa kalau sekarang,” katanya, kamis 22 februari 2018 melalui sambungan telepon.
Nita menambahkan, pihaknya mau memberikan konfirmasi atas kejadian tersebut. Namun ia membutuhkan waktu.
“Paling nanti saya konfirmasi tapi gak sendirian dengan rengrengan yang lainnya. Nanti WA saya lagi aja,” katanya saat dihubungi.
Seperti diketahui, kejadian tersebut bermula saat proses persalinan pada 25 Desember 2017 di Pulau Garuda Kota Bandung. Saat bidan yang membantu proses persalinan hendak akan memecahkan ketuban Ibu si bayi tersebut, namun benjolan yang diduga ketuban tersebut justru mengeluarkan darah saat terkena sayatan.
Sementara itu, Rida Paridawati, Ibu bayi tersebut menyatakan, dirinya sudah menyampaikan bahwa ketuban sudah pecah, bahkan dokterpun menyarankan jika dalam waktu 7 jam tidak melahirkan maka akan dirujuk ke Rumah Sakit.
“Puskesmas juga menganjurkan dirujuk kalau 7 jam tidak melahirkan, tapi sebelum tujuh jam itu saya akhirnya bisa melahirkan,” kata Rida Paridawati saat dihubungi,19 Februari 2018.
Demi merawat sang bayi di RSHS, kini Rida dan sang suami harus meninggalkan 3 buah hati mereka yang masih kecil di rumah. Sang suami pun sudah tidak bekerja karena harus mengurusi anak-anaknya. Sementara itu Rida, tetap harus di rumah sakit karena bayinya itu harus tetap dirawat. Keluarga inipun harus terpaksa berhutang untuk menutupi kebutuhan mereka sehari – hari.
“Saya sampai sekarang belum pulang,” ucapnya.
Sambung Rida, yang mengherankan ialah pihak puskesmas seolah lepas tanggung jawab. Sebab belum menunjukan itikad baik terhadap keluarga sang bayi, bahkan hanya untuk menanyakan kabar sang bayi sekalipun.
“Malah saya yang ngasih tau mereka, alasannya karena mereka gak tau kalau anak saya masih dirawat di RSHS, karena tidak ada surat rujukan balik,” tambahnya.
Dia menjelaskan beberapa hari kemarin staf Puskesmas sudah datang menjenguk Rafif (bayinya) dan akan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala puskesmas lalu mengklarifikasi terkait kejadian tersebut kepada bidan yang menangani.
“Nanti pasti bakal dihubungi lagi,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, akhir tahun lalu, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil,memperkenalkan Puskesmas Garuda adalah Puskesmas dengan fasilitas terlengkap yang ada di Bandung. Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, pun pernah melihat langsung Puskesmas Garuda yang berada di Jalan Dadali Nomor 6, Garuda, Andir, Kota Bandung, tersebut. Ridwan Kamil mengklaim, Menteri Nila amat mengapresiasi kualitas Puskesmas yang menjadi percontohan di Kota Bandung tersebut.











