
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja kabupaten Bandung mengungkapkan pelayanan air bersih di tiga daerah yaitu kota Cimahi, kabupaten Bandung dan kabupaten Bandung Barat hingga kini baru mencapai 13%. Kurang lebih mencapai 91 ribu pelanggan yang teraliri air bersih. Direktur utama PDAM Tirta Raharja kabupaten Bandung, Rudie Kusmayadi saat acara HUT PDAM ke 41 di Soreang, kabupaten Bandung. Kamis 5 April 2018.
“Baru 13 persen dari seluruh total penduduk di tiga wilayah (kab Bandung, kota Cimahi dan kab Bandung Barat) yang terlalui jaringan perpipaan air bersih,” ujar
Menurutnya, jumlah sambungan langganan sebanyak 91 ribu lebih atau 13% tersebut di tiga kabupaten/kota dari total jumlah penduduk mencapai 5 juta lebih. Sementara dilihat dari cakupan wilayah pelayanan sebesar 31% lebih dengan jumlah penduduk wilayah pelayanan mencapai 2 juta lebih.
Ia menuturkan, pihaknya terus mendorong agar jumlah pelanggan air bersih PDAM bisa bertambah mencapai 100 ribu pada 2019 mendatang. Dengan jumlah tersebut maka status PDAM Tirta Raharja akan berubah dari tipe D ke tipe E yaitu PDAM yang dengan jumlah pelanggan mencapai di atas 100 ribu sambungan rumah (SR).
“Pada 2019 diharapkan PDAM bisa mencapai 100 ribu pelanggan dari tiga wilayah dan status perusahaan akan berubah tipe dari tipe D ke tipe E,” ungkapnya.
Upaya menambah pelanggan air bersih ini diiringi dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Gambung dengan ditargetkan serapan langganan mencapai 40 ribu SR. SPAM Kertasari sebanyak 40 ribu SR, IKK Majalaya 20 ribu SR dan SPAM Cileunyi 7.000 SR dan dari wilayah lainnya.
“Target tersebut (sambungan rumah) menjadi tantangan besar sekaligus menjadi potensi peluang yang harus dihadapi,” ungkapnya.
Bupati Bandung Dadang M Naser berharap target 100 ribu sambungan rumah pada 2019 bisa segera terealisasi. Menurut bupati beberapa pembangunan SPAM yang tengah dikerjakan saat ini bisa mendukung terhadap target tersebut dan melayani masyarakat di kabupaten Bandung.
Namun, Dadang menyoroti kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PDAM ke kabupaten Bandung yang relatif masih kurang.
“Kontribusi ke daerah masih kurang dari PDAM. Makanya kita upayakan adanya pengembangan unit usaha baru berupa air kemasan yang diproduksi oleh PDAM Tirta Raharja kabupaten Bandung.
Editor : NA










