Pandeglang Jadi Tempat Transit Seba Baduy, Jadi Daya Tarik Wisatawan Asing

26.622 dibaca
Bupati Pandeglang Irna Narulita menerima bingkisan seba Baduy yanh di serahkan oleh Jaro Dainah selaku pimpinan rombongan seba Baduy di Pendopo Kabupaten Pandeglang. (BUANA INDONESIA NETWORK/Benny Madsira)


BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG,- Seba Baduy yang diselenggarakan oleh warga kenekes baduy tiap tahunnya saat ini banyak menarik perhatian para wisatawan asing. Seba Baduy yang diikuti sekitar 2000 warga Baduy. Mereka berjalan dari kampung halaman menuju Kabupaten Lebak, singgah di Pendopo Lebak, di teruskan ke kabupaten Pandeglang, kemudian di teruskan ke tujuan utama yaitu Pendopo Provinsi Banten, dengan berjalan kaki mereka menempuh jarak kurang lebih 250 KM.

Di Kabupaten Pandeglang Rombongan Suku Baduy diterima langsung oleh Bupati Pandeglang Irna Natulita, Sekda Feri Hasnudin Asda Pemerintahan Agus Priyadi Mustika, Asda Ekbang Indah Dinarsiani, Kepala BPKD Ramadani, Kepala BKD Ali Fahmi Sumanta, dan Kepala Dindik Olis Solihin, di Pendopo Pandeglang, Sabtu 21 April 2018.

Advertisement

Banyak wisatwan asing yang datang hanya ingin menyaksikan prosesi Seba yang dilakukan warga baduy. Mulai dari Kabupaten Lebak, kemudian Kebupaten Pandeglang dan berakhir di Provinsi Banten.

“Setelah dari pandeglang mereka akan menuju Provinsi Banten, disana biasanya sudah banyak wisatawan asing yang ingin menyaksikan juga  prosesi Seba yang dilakukan warga Kanekes atau atau Baduy, wisatawan Asing selain yang mengikuti di Provinsi juga sudah banyak yang menunggu, dan ini menjadi aset wisata hususnya di Provinsi Banten,”  dikatakan Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menerima seba Baduy.

Menurut  Irna Narulita, apa yang disiratkan dalam prosesi seba Baduy terkait kelestarian hutan, Alam dan Lingkungan pepatah-pepatah masyarakat baduy perlu kita juga contoh, bagaimana mereka menjaga kelestarian alam di wilayahnya,  pihak Pemerintah Daerah akan terus menjaga karena itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah, menjaga kelestarian hutan sudah menjadi kewajiban kita bersama,  karena jika hutan lestari insya Allah jauh dari bencana,” katanya.

Sementara Ketua rombongan seba Baduy, Jaro Dainah, saat prosesi seba mengatakan,  dirinya menitipkan agar pemda pandeglang menjaga kelestarian alam mulai dari Gunung Karang, Aseupan, Pulosari, Panaitan, dan Sanghiang Sirah.” Kami nitipken Pangjagakeun Gunung, Cai. Caina ulah dikotoran,  gunungna ulah dirubah, lebakna ulah dirumpak,” yang artinya,  “kami menitipkan Gunung Karang, Gunung Hasepan, Gunung Pulosari, Pulau Panaitan dan Sanghiang Sirah Ujungkulon, Air jangan di kotori Hutang Gunung jangan di gunduli, jurang jurang jangan di urug,” ucap jaro Dainah saat prosesi seba.

Selain itu menurut Dainah, seba ini salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh warga baduy.  Inti dari seba kata dia,  adalah untuk silaturahmi.
“Iue warisan karuhun, jadi kudu dilakukeun, kabehan kudu ngajaga silaturahmi pamimpin jeng rakyatna, rakyatna jeng Pamimpina,” tambahnya.

Di akhir acara serah  terima antara Suku Baduy dengan Bupati Pandeglang dalam acara Seba Baduy, para rombongan akan melanjutkan perjalanannya ke Provinsi Banten dengan menyusuri Jalan raya Serang Pandeglang dengan pengawalan dari pihak kepolisian.