Pengawasan Partisipatif Komunitas Perempuan, Memiliki Andil menuju Sukses Pilkada 2018

19.244 dibaca
Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bandung menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dengan komunitas perempuan di Kota Bandung, Rabu 9 Mei 2018, (BUANA INDONESIA NETWORK/Abby Aditya)

BUANAINDONESIA.CO.ID,KOTA BANDUNG – keberadaan perempuan di Kota Bandung patutnya mampu berperan dan memiliki andil besar dalam mengawal kesuksesan penyelenggaraan Pilkada serentak 2018, baik Pilwalkot maupun pada Pilgub Jawa Barat 2018. Kontribusi perempuan yang ada di kota Bandung memiliki pengaruh yang signifikan, mengingat jumlah DPT kota Bandung hampir setengahnya adalah perempuan. Tercatat 1.151.421 dari 2.330.852 jumlah DPT kota Bandung, adalah hak suara perempuan.

Advertisement

Salah satu alasan itulah, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bandung menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dengan komunitas perempuan di Kota Bandung, guna mewujudkan integritas penyelenggaraan pilkada serentak 2018.

Farhatun Fauziah selaku Ketua Panwaslu Kota Bandung mengemukakan alasannya melakukan sosialisasi kepada komunitas perempuan di kota Bandung karena kaum perempuan harus mempunyai peran aktif dalam menyukseskan pilkada kota Bandung.

“Hari ini yang kami undang adalah komunitas perempuan se-kota Bandung, terdiri dari ibu-ibu arisan, ibu-ibu pengajian, bahkan ada dari komunitas marketing hotel untuk ikut sosialisasi partisipatif pilkada,” kata Farhatun Fauziah, di Kota Bandung, Rabu, 9 Mei 2018.

Selanjutnya, Farhatun berharap peserta dari komunitas perempuan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut dapat menjadi agen-agen Panwaslu guna mengedukasi terkait Pilkada yang berintegritas.

“Kami pikir perempuan bagian dari masyarakat yang harus berperan dan berandil besar dalam Pilkada, karena perempuan dan politik tidak bisa dipisahkan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, berharap dalam kegiatan ini para wanita agar mensosialisasikan kepada masyarakat luas termasuk keluarga.

“Kami harap ibu-ibu ini dapat mensosialisasikan ulang kepada masyarakat yang lain, minimal kepada keluarganya dirumah,” tutupnya.