APK Perguruan Tinggi Di Kabupaten Sumedang Masih Tergolong Rendah, Ini Yang Di Sampaikan Bupati

16.105 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID SUMEDANG – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir hadiri acara pembinaan Dosen Sekolah Tinggi yayasan pendidikan sebelas april (YPSA) dalam acara tersebit Bupati menekankan tentang pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk memenangkan persaingan kompetisi di era globalisasi yang moderen. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan arahan pada acara pembinaan Dosen Sekolah Tinggi Yayasan Pendidikan Sebelas April (YPSA) Sumedang, di Aula HES YPSA Sumedang, Sabtu 16 Juni 2019.

Ia mengatakan, dalam menghadapi tantangan kedepan yang penuh perubahan dan semakin berat, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dan skill yang memadai.

Advertisement

” Peranan Universitas Sebelas April (UNSAP) Sumedang menjadi sangat krusial untuk menyiapkan generasi yang memiliki kualifikasi dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi era persaingan global. Dunia Kampus adalah hal yang paling utama dan mempunyai peran penting dalam meningkatkan sumberdaya manusia, hal ini untuk bersain di era moderan ini,” paparnya

Lanjut Doni, Tantangan kita kedepan semakin berat jika kita tidak mempersiapkan SDM dengan baik, kita tidak bisa masuk dalam persaingan global jika tidak punya daya saing yang tinggi. Untuk itulah, UNSAP diharapkan bisa menciptakan mahasiswa yang memiliki daya saing tinggi dengan kualifikasi kompetensi skill yang spesifik dalam menghadapi ketatnya era persaingan global” ujar bupati.

” Kita tidak punya daya saing yang tinggi kalau sumberdaya manusia kita masih rendah, bahkan akan tertinggal dengan wikayah atau Kabupaten Kota lain, maka saya mengajak kepada semua pengelola Kampus agar terus lebih di yingkatkan daya saing dalam pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, saat ini APK perguruan tinggi di Jawa Barat berada pada angka 32 % dibawah rata-rata Nasional dengan rasio dari 100 orang indonesia hanya 30 orang yang mengenyam pendidikan pada perguruan tinggi.

” Di Kabupaten Sumedang sendiri ketika diukur oleh BPS pada tahun 2018, angka harapan sekolah masih tergolong rendah, rata-rata hanya sampai kelas 3 SLTA. Hal ini, kata bupati, jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Negara Malaysia yang hampir mendekati angka 100 persen.

Dengan rendahnya APK tersebut, bupati mengharapkan, kehadiran pendidikan tinggi di Sumedang saat ini bisa lebih mendekatkan pendidikan dan bisa menyerap masyarakat untuk mengenyam pendidikan diperguruan tinggi. Tak hanya itu, Bupati mengapresiasi berbagai bentuk dukungan yang telah diberikan dan ia pun meminta, agar UNSAP bisa terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam memberdayakan mahasiswa, alumni dan para dosennya.

” Terimakasih atas segala bentuk perhatian, dukungan dan bantuan UNSAP kepada Pemda Sumedang dalam mewujudkan realisasi Visi Misi Sumedang Simpati termasuk dalam membangun pendidikan tinggi yang lebih mendekatkan pada peningkatkan APK perguruan tinggi. Saya meminta, UNSAP bisa terus berkolaborasi dengan Pemda. Silahkan jadikan Sumedang sebagai laboratoriumnya UNSAP untuk dijadikan penelitian bagi mahasiswa, Alumni dan Dosennya. Apapun masalah UNSAP bupati akan ikut memecahkannya” Pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri perwakilan lembaga Layanan Pendidikan Tinggi wilayah IV, Pembina, Pengawas, Pengurus, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan seluruh Civitas Akademika di lingkungan Yayasan Perguruan Sebelas April Sumedang dan Yayasan Pendidikan Sumedang.