Kartu Bantuan Non Tunai (BPNT) Di Bagikan Ke KPM

18.128 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Kartu KKS / BPNT di Kecamatan Angsana Di bagikan, proses pembagian di lakukan di Tiga titik, pertama di Aula Kantor Kecamatan Angsana, Desa Angsana, Cikayas, Keramat Manik dan Desa Karangsari, Titik Kedua bertempat di Kantor Desa Sumurlaban, Desa Sumurlaban, Padaherang dan Desa Padamulya, titik ketiga bertempat di Kantor Desa Cipinang dan Desa Kadu Barak.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sekaligus Pendamping Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) Idris, jumlah kartu yang di bagikan di Kecamatan Angsana sebanyak 2866, di Kecamatan Angsana di bagikan ditiga titik, 4 Desa di Aula Kantor Kecamatan Angsana, 3 Desa di Kantor Desa Sumurlaban, 2 Desa di Kantor Desa Cipinang. Semuanya yang mendapatkan BPNT sekecamatan Angsana, 2866 Kepala Keluarga, (KK).

Advertisement

” Untuk Kecamatan Angsana, kita bagikan Tiga titik ini untuk mempermudah masyarakat agar tidak terlalu jauh untuk nagmbil Kartu BPNT, untuk di kecamatan Angsana saya tegaskan sebagai TKSK tidak ada pungutan untuk apapun, ini adalah Bansos tidak ada pungutan,” ungkap Idris TKSK sekaligus Pendamping Program BPNT

Suherman Kasi Penanganan Fakir Miskin Perdesaan ( PFMP ). Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, untuk haru ini ada tiga kecamatan yang di bagikan Kartu KKS / BPNT, Kecamatan Angsana, Bojong dan Kecamatan Banjar dengan jumlah kurang lebih 6000 kartu.

,” Hal ini di lakukan untuk mempermudah masyarakat, bahkan di setiap kecamatan juga pembagiannya di bagi beberapa titik seperti di Kecamatan Angsana di bagi tiga titik, kaitan isu atau yang terjadi di kecamatan lain, itu salah komunikasi, tidak ada yang di wajibkan membawa uang 10,000 yang alasannya untuk tabungan, itu ga ada, memang waktu sosialisasi pihak Bank mengatakan seperti itu, tapi itu tidak di wajibkan, inikan bansos Pemerintah secara otomatis semuanya sudah di tanggung Pemerintah,” paparnya

Herman menambahkan, terkait data yang banyak perbedaaan, antara Data BPNT dengan data betul, sepertinya data tahu 2011, padahal, setiap tahun Dinas sosila selalu melakukan laporan perubahan, tapi setiap datang program yang turun datanya hampir tidak berubah.

” Setiap tahun kita selalu melakukan perubahan dan palidasi data, bahkan sering kita protes ke Kementerian, tapi setiap program yang turun datanya, sedikit berubah, tidak sesuai palidasi yang kita laporkan, kaitan sekarang yang mendapatkan PKH sekarang mendapatkan BPNT, betul pemerintahkan inging mengentaskan kemiskinan, jadi semua di berikan dengan berbagai program, agar kesejahteraan masyarakat tercapai dan angka kemiskinan menurun,” pungkasnya.