BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai terasa oleh sebagian warga masyarakat diberbagai Wilayah di Kabupaten Pandeglang Privinsi Banten, khususnya wilayah Pandeglang selatan. Minggu, 14 Juli 2019.
Salah satunya Kampung Cangkudu, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang. yang menjadi andalan warga setempat Sungai Cikarang airnya sudah mulai mengering, sehingga Air untuk kebutuhan masyarakat wikayah tersebut kini semakin sulit di dapat, akibat volume air dari sumber mata air yang berada dihulu sungai kian hari semakin berkurang.
Uni (45), warga Cangkudu memaparkan, keterbatasan sarana air bersih dikampungnya belum sampai pada tahap krisis. namun turunya volume air sungai yang mengalir dari hulu sungai cikarang kepemukiman penduduk sueah mulai mengering.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari sebagian warga terpaksa harus rela menggali sumur-sumur kecil dilokasi sungai.
” Kami terpaksa membuat sumur-sumur kecil dilokasi sungai untuk kebutuhan sehari-hari dirumah, namun untuk mandi, mencuci cukup disungai saja, yang sulit adalah air bersih untuk konsumsi,” Papar Uni dilokasi sungai.
Dampak kekeringan juga dirasakan Kipli (40) warga Kampung Reforma, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang. pasalnya sejak menempati kampung reforma mulai merasakan sulitnya untuk mendapatkan sarana air bersih.
” Sudah airnya asin sumur yang adapun sudah kering. demi untuk memenuhi kebutuhan, setiap hari kami terpaksa harus rela mencari ketempat lain, yang menempuh perjalan hingga tiga kilo meter. ” Ucapnya.
Kipli berharap, adanya perhatian serius Pemerintah baik Pusat maupun Daerah melalui program-nya. sehingga masyarakat kampung reforma, setiap kali menghadapi musim kemarau tidak lagi kesulitan untuk memperoleh sarana air bersih.
” Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah supaya membangun sarana air bersih SAB dari program Pemerintah, terutama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, terutama ini air bersih untuk konsumsi,” Harapnya.










