Warga Baduy Keluhkan Kedatangan Wisatawan

9.384 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Warga baduy yang tinggal di wilayah pedalaman Kabupaten Lebak, meraka merasa keberatan terhadap para wisatawan yang berkunjung ke wilayahnya pasalnya banyak wisatawan berpakaian tidak sopan (sexi).

Advertisement

Kudil (40) Warga Kadu Ketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar merasa prihatin apabila ada wisatawan yang datang terlihat berpakaian secara vulgar. Padahal setiap adat memiliki aturan yang tidak bisa dilanggar.

” Wisatawan domestik maupun wisatawan asing jika berkunjung ke tanah hak ulayat atau adat Baduy, agar menggunakan pakaian yang sopan dan tidak seronok dan seksi ” ungkap Kudil. Minggu 08 Maret 2020.

Menurutnya, masyarakat Baduy pada era globalisasi juga menolak kehidupan modernisasi. Karena tanah hak ulayat Baduy tidak ditemukan jalan aspal, jaringan listrik, kendaraan maupun elektronika.

” Permukiman Baduy hingga kini tetap konsisten mempertahankan adat, sehingga pemerintah dan masyarakat juga harus melindungi aturan adat yang berlaku di Baduy ” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Santa (50) tahun warga baduy lainnya, ia mengakui masyarakat Baduy tentu sampai sekarang masih memegang komitmen dan konsisten dalam menjaga serta melestarikan kawasan hutan adat dan alam.

” Kami tetap mengawasi hutan adat dan alam agar tidak terjadi penebangan liar yang dilakukan masyarakat luar kawasan Baduy, kami akan terus menjaga kelestarian alam yang indah ini, yang dititipkan kepada kama oleh sang pencipta, maka kami minta kepada siapaun yang mau datang ke tanah leluhur kami agar mematuhi aturan dan adat istiadat di wilayah kami, salah satunya berpakian dengan sopan ” tandasnya.