Tim Gugus Tugas Sampaikan Kaitan Adanya WNA Dan Satu Warga Kabupaten Pandeglang Meninggal Positiv Covid 19

9.554 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Juru Bicara (Jubir) tim gugus tugas penanganan Covid 19 Kabupaten Pandeglang dr. Achmad Sulaeman menyampaikan pasca adanya Warga Negara Asing (WNA) dari Negara Bangladesh yang datang ke Pandeglang, dan Warga Carita yang positif Covid 19 tracking akan terus dilakukan guna mencegah penyebaran Covid 19. Hal demikian disampaikan Achmad Sulaeman saat melakukan Konferensi Pers dengan awak media di Pendopo Pandeglang, Kamis 16 April 2020.

Achamad Sulaeman menaparkan, jika lima WNA dari Bangladesh jemaah, tadi sore pukul setengah 3, sudah meninggalkan Pandeglang untuk dievakuasi menuju Jakarta ke wisma atlit rumah sakit khusus yang ada di kemayoran.

Advertisement

” Yang dua memang reaktif saat di rapid tes. Namun kami akan menunggu hasil swab yang saat ini sedang dilakukan, jika positif tentu ini pekerjaan besar yang harus kami lakukan,” katanya.

Dirinya menghimbau agar masyarakat jangan panik, karena tim gugus akan terus melakukan pemantauan.

” Warga juga jangan menyembunyikan jika ada warga atau sodaranya pernah kontak dengan WNA tersebut, atau warga yang positif Covid, ini perlu keterbukaan semua,” ujarnya.Terkait warga Carita yang meninggal dunia dan dinyatakan positif Covid 19 berdasarkan hasil swab, ia menjelaskan, bahwa almarhum bukan pasien PDP ataupun ODP Kabupaten Pandeglang. Pasien itu lama ditanggerang, kartu keanggotaan bpjs nyapun tetcantum alamat tanggerang, tapi memang kampung halamannya di Kecamatan Carita.

” Warga Carita yang meninggal dan positiv itu tinggal dan kerja di Tanggerang,” tuturnya.

Masih kata Achamd Sulaeman, warga carita yang meninggal itu pulang kekampung halaman pada tanggal 30 maret dari tanggerang. Dua hari kemudian kata Achamad sulaeman, almarhum mengeluhkan sakit sehingga dirawatlah di klinik terdekat.

” Setelah dirawat tak kujung sembuh, akhirnya dilakukan rontegen dan hasilnya menuju kearah Covid 19, setelah itu dirujuk ke RSUD berkah, selanjutnya dibawa RSUD Banten, setelah di tes swab dan menunggu dua minggu hasilnya positif Covid 19,” jelasnya.

Setelah adanya kasus positif Covid 19 ini, disampaikan Achmad Sulaeman, tim gugus tugas langsung melakukan tracking dengan seluruh yang pernah kontak dengan pasien tersrbut.

” Kita sudah lakukan karantina bagi pegawai klinik, dan keluarga yang kontak dengan pasien, dan semuanya sekarang sedang dalam isolasi,” tutupnya.