120 Orang Pemilik Lahan Sawah Merugi, Akibat Pembangunan Jalan Tol

12.546 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMEDANG – Sebanyak 120 orang pemilik lahan sawah di tiga Dusun dipastikan mengalami kerugian, hal ini disebabkan lahan pertanian yang baru saja ditanami bibit padi rusak oleh limbah lumpur dari tanah urugan Jalan Tol.

Sekretaris Desa Mulayasari, Lis mengatakan, Lahan persawahan yang baru ditanami bibit padi di Dusun Binong, Ranca dan Baranangsiang kondisinya rusak parah akibat dari derasnya air dan material batu yang terbawa air. Sebelum adanya proyek jalan Tol Cisumdawu, lahan persawahan di tiga Dusun tersebut baik baik saja, namun sesudah adanya Jalur Tol Cisumdawu debit air menjadi meningkat bahkan merusak bibit padi yang baru ditanam oleh warga.

Advertisement

” Sebelum adanya pembangunan jalan tol, tidak pernah kejadian seperti ini, walau hujan deras sering terjadi, lahan persawahan tetap aman–aman saja,” ungkapnya. Senin 27 April 2020.Lebih jauh Iis menjelaskan, Sebetulnya pihak Desa Mulyasari sudah memberitahukan kepada Pihak WIKA selaku kontraktor Proyek Jalan Tol namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari pihak WIKA. Oleh karena itu pihaknya akan kirimkan surat kedua kepada pihak WIKA untuk segera membetulkan masalah drainase, sebab apabila tidak segera diperbaiki, tidak menutup kemungkinan lahan persawahan yang rusak oleh derasnya air limpasan akan bertambah luas.

” Kami akan layangkan surta yang kedua kalinya keoada pihak kontraktor, kalau masih tidak menggubrisnya maka kemungkinan masyarakat yang akan bergerak, karena jelas laha pertanian masyarakat rusak parah dan pasti akan meluas ke lahan yang lainnya,” tandasnya.