BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Garut segera bergerak untuk memperbaiki data DTKS yang selama ini dari temuan di lapangan dan laporan masyarakat ada ke tidak sinkronan.
Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan, pihaknya telah meminta Kepala Desa dan Kepala Kelurahan untuk turun kebawah dan bergerak mendata kembali warganya yang betul – betul masuk kriteria miskin.
” Melalui Dinas Sosial kita ingin memperbaiki data DTKS, saya sudah meminta Kades dan kelurahan bergerak mencari warga yang benar – benar layak menerima bantuan, Ini supaya yang masuk desil harus dapat program bantuan” kata Bupati Garut.
Berkaitan dengan adanya kerumunan lanjut Rudy, sebenarnya Pemkab Garut telah mengatur sedemikian rupa terkait dinas mana yang menyalurkan dan waktu kedatangan penerima manfaat.
” Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat yang ingin secepatnya menerima bantuan, padahal waktu mereka telah ditentunya, misalnya yang seharusnya dijadwalkan jam 2.00, tapi mereka jam 9 sudah datang, namun demikian setelah kita mendapat laporan kejadian kerumunan itu bisa kita urai” terang Bupati Rudy.
Tentunya sambung Rudy, melihat kejadian di BPR Garut, Pemkab Garut segera akan memperbaiki sistem penyaluran.
” Yang terpenting, bantuan tersebut harus langsung diterima oleh yang bersangkutan ” ungkapnya .
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Ade Hendarsyah menerangkan, mekanisme penyaluran Bansos Sosial Safety Nett telah diatur sedemikian rupa dengan membagi tempat dan waktu bagi penerima manfaat.
” Tetapi karena kondisi masyarakat yang ingin cepat menerima bantuan , maka terjadi penumpukan massa di lokasi, tetapi setelah diberikan pengertian terkait jadwal waktu penerimaan, semua berjalan sesuai yang diharapkan” ucap Ade Hendarsyah.










