Cegah Keracunan, Ini Perintah Wakil Kepala BGN

4.556 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PURWAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional ( BGN ) Brigjen Pol Sony Sonjaya melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Kecamatan Plered Purwakarta, Minggu 21 September 2025.

Kunjungan tersebut dalam rangka mengecek fasilitas di dapur sekaligus berdiskusi secara langsung dengan relawan dan warga perwakilan penerima manfaat program MBG yang ada di Kecamatan Plered, serta memastikan bahwa proses produksi makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) dilakukan secara standar operasional yang sudah ditentukan BGN.

Advertisement

” Saya wajib melihat dan memastikan proses produksi yang dilakukan oleh SPPG sesuai standar operasional yang ditentukan oleh BGN” kata Sony Sonjaya.

Sony Sonjaya memerintahkan kepada relawan dan ahli gizi untuk mengonsumsi dulu makanan yang dibuat di SPPG sebelum diserahkan ke penerima manfaat.

“ Saya diperintahkan untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa makanan yang diproduksi di SPPG ini aman, sehat dan bersih. Maka, saya mengintruksikan seluruh ahli gizi dan perwakilan relawan, makan dulu sebelum dibagikan,” tegasnya.

Sony juga meminta kegiatan makan makanan MBG sebelum dibagikan itu direkam dalam bentuk video agar menjadi bukti makanan tersebut aman untuk dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

“Makanan yang dimakan oleh ahli gizi dan perwakilan relawan harus divideokan sebelum dibagikan, ini bisa menjadi bukti makanan tersebut aman untuk di konsumsi ” katanya menegaskan.

Sony menekankan kepada seluruh Ka SPPG untuk mematuhi standar operasional dalam menjalankan tugasnya, serta menjaga kebersihan dan sterilisasi di area wilayah SPPGnya.

” Hal ini bertujuan guna memastikan bahwa SPPG tetap steril dalam mengolah dan memproduksi makanan untuk penerima manfaat, serta mencegah terjadinya kasus keracunan” ucapnya.

Sementara itu, Camat Plered Heri Anwar menyebutkan jumlah penerima MBG di kecamatannya ditargetkan sebanyak 30.000 orang.

Hingga saat ini, dia mengakui sasaran yang telah terealisasi baru sekitar 22.000 orang dari mulai pelajar, balita hingga ibu hamil dan menyusui.

Makanan untuk para penerima MBG di Kecamatan Plered itu diproduksi dan didistribusikan oleh enam SPPG, termasuk di antaranya SPPG Sempur.

Heri menargetkan penambahan jumlah dapur MBG di Plered menjadi sembilan tempat pada Oktober 2025 sehingga dapat meningkatkan sasarannya menjadi 28.000 orang.

“ Jumlah penerima manfaat program MBG di Plered adalah yang terbanyak di wilayah Kabupaten Purwakarta untuk saat ini. Pembukaan SPPG tak hanya memberikan makanan bagi anak-anak tapi juga memberikan lapangan pekerjaan bagi ratusan warga lokal,” terang Heri.