Di Safari Ramadhan Bupati Gelar Bazar Gerakan Pangan Murah

2.006 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten Pandeglang menggelar Gerakan Pangan Murah, acara dilaksanakan pada momentum Safari Ramadhan di Kecamatan Jiput, Kamis 4 Februari 2026. Stan pangan murah langsung diserbu warga. Tidak menunggu waktu lama setelah dibuka, stand pangan murah dipadati masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Salah satu warga setempat, Eneng, mengaku sengaja datang lebih awal untuk berbelanja kebutuhan dapur selama bulan puasa.

Advertisement

“Saya belanja minyak dan sayuran untuk stok selama bulan puasa,” ungkap Eneng saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual dalam gerakan pangan murah relatif lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

“Lumayan harganya lebih murah, jadi bisa belanja lebih banyak buat kebutuhan selama Ramadan,” pungkasnya.

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi,” ujar Bupati Dewi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah konkret Pemkab Pandeglang dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan menghadirkan kebutuhan pokok langsung di tengah-tengah warga.

“Kami mengimbau warga untuk berbelanja sesuai kebutuhan, jangan berlebihan. Insyaallah stok aman dan pemerintah jajaran terkait terus memastikan ketersediaan bahan pokok,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Jiput Ade Juliansyah menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pertanian, BUMD Pandeglang Berkah Maju (PBM), dan Bulog.

“Yang dijual adalah sembako mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang putih, bawang merah, cabai, telur hingga daging,” jelasnya.

Menurut Ade, komoditas yang paling banyak diburu warga di antaranya minyak goreng, daging, dan gula pasir.

“Alhamdulillah masyarakat merasa sangat terbantu, apalagi saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Harga yang kami tawarkan mengacu pada HET bahkan ada yang di bawah harga pasar,” pungkasnya.