
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka Rapat Pleno Penetapan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut Tahun 2026 di Ballroom Hotel Santika Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan langkah konkret perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat literasi keuangan guna menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Garut menilai inklusi keuangan memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga dan memperluas ruang tumbuh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan apresiasi atas capaian ekonomi daerah yang terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut pada 2025 mencapai 5,95 persen.
Ia menegaskan bahwa di tengah dinamika investasi dan tantangan global, kemudahan akses terhadap produk dan layanan keuangan menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan aktivitas transaksi dan daya beli masyarakat.
“TPAKD harus mampu menghadirkan solusi nyata dalam memperluas akses keuangan, memperkuat sektor prioritas, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menambahkan bahwa TPAKD perlu bergerak aktif dan terukur agar program yang dirancang benar-benar dirasakan manfaatnya. Ia mengungkapkan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan berkelanjutan mencapai 80,51 persen. Sementara merujuk data Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), capaian inklusi berada di angka 92,74 persen.
Sementara itu, Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Garut, Dedy Mulyadi, memaparkan bahwa program kerja TPAKD 2026 dirancang menyentuh berbagai segmen masyarakat.
Melalui tema “Inklusi Tanpa Batas, Menabung Sejak Dini Berinvestasi Hari Ini”, TPAKD menargetkan optimalisasi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) bagi 258.000 pelajar di wilayah perkotaan maupun perdesaan selama empat triwulan. Program ini melibatkan produk perbankan konvensional dan syariah secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, program Satu Disabilitas Satu Rekening juga diluncurkan sebagai bentuk komitmen terhadap kesetaraan akses keuangan, dengan target awal 20 penyandang disabilitas yang akan memperoleh pendampingan intensif. Selain itu, Tabungan Emas diperkenalkan sebagai instrumen investasi yang aman dan mudah dijangkau masyarakat.
Untuk memperkuat transformasi digital, TPAKD Garut turut menggagas program Gema Digital (Gerakan Masyarakat Sadar Layanan Perbankan Digital) yang difokuskan pada peningkatan pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan berbasis digital agar transaksi semakin efisien dan aman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Eman Patria, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana, jajaran SKPD, perbankan, BUMD, perusahaan asuransi, serta tamu undangan lainnya.








