Bupati Garut Petakan Akses Selatan, Dua Rute Penghubung Menuju Jalur Nasional Disiapkan

3.434 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Abdusy Syakur Amin melakukan peninjauan langsung kondisi infrastruktur jalan di wilayah Garut bagian selatan, Selasa (3/3/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memetakan kebutuhan prioritas pembangunan sekaligus memperkuat konektivitas antara jalan desa, provinsi, hingga nasional.

Advertisement

Dalam agenda monitoring itu, Bupati menelusuri jalur Cimahi, Cikarang, hingga Pamalayan guna melihat secara langsung kondisi ruas jalan yang menjadi akses vital masyarakat. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Garut tengah mengkaji dua alternatif jalur penghubung dari Pamalayan, Kecamatan Cisewu, yang merupakan ruas provinsi menuju jalur nasional.

Dua opsi yang dipertimbangkan yakni jalur Panggalih–Karangsewu–Singajaya dan jalur Cikarang–Cimahi. Kedua rute tersebut dinilai strategis untuk mendukung kelancaran mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan perdagangan dari Garut Selatan.

Saat ditemui di Kantor Command Center, Kecamatan Garut Kota, Rabu (4/3/2026), Syakur menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Infrastruktur Jalan Desa.

“Usulan sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan bisa terealisasi, meskipun biasanya program seperti ini baru bisa berjalan pada tahun anggaran 2026,” ujarnya.

Terkait spesifikasi teknis, ia menjelaskan bahwa estimasi standar pembangunan jalan nasional berkisar Rp4 miliar per kilometer, dengan lebar sekitar 4 meter dan ketebalan beton 40 sentimeter. Namun demikian, pelaksanaan di lapangan akan disesuaikan dengan kondisi geografis, termasuk kemungkinan penggunaan rabat beton maupun hotmix.

Syakur juga menyinggung pola pembangunan jalan di Garut yang selama ini cenderung dilakukan secara bertahap akibat keterbatasan anggaran, sehingga terkesan belum terintegrasi secara menyeluruh.

Untuk ruas Singajaya–Banjarwangi, pemerintah daerah memastikan penanganan sementara melalui lapis penetrasi (lapen) agar akses masyarakat tetap terjaga sambil menunggu realisasi pembangunan permanen.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal usulan tersebut agar pembangunan infrastruktur di Garut Selatan berjalan lebih sistematis dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.