Bangunan Sekolah Berbahan Daur Ulang Hadir di Garut, Dorong Edukasi Lingkungan Sejak Dini

357 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID,  GARUT  – Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan mulai diwujudkan di lingkungan pendidikan Kabupaten Garut melalui pembangunan gedung baru SDN 3 Sukanegla yang memanfaatkan bata berbahan dasar sampah plastik daur ulang. Program tersebut ditandai dengan peletakan bata pertama yang berlangsung di Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kamis (11/6/2026).

Advertisement

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang memberikan dukungan terhadap inovasi pembangunan sekolah dengan konsep ramah lingkungan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular dalam pembangunan fasilitas publik.

Pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) dan fasilitas toilet di SDN 3 Sukanegla terlaksana berkat dukungan Yayasan Bakti Barito. Seluruh fasilitas tersebut dirancang dengan memanfaatkan material hasil pengolahan sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna.

Bupati Garut mengapresiasi kolaborasi yang mampu menggabungkan kebutuhan peningkatan sarana pendidikan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai penggunaan material daur ulang pada bangunan sekolah dapat menjadi sarana edukasi bagi siswa sekaligus masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Selain memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah dan kesehatan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Garut pun berharap model pembangunan serupa dapat diterapkan di berbagai wilayah lainnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito, Fifi Pangestu, menjelaskan bahwa bangunan SDN 3 Sukanegla memanfaatkan sampah plastik residu yang umumnya sulit diolah kembali dan sering berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui inovasi teknologi pengolahan, material tersebut diubah menjadi panel dinding, plafon, hingga sistem perpipaan yang digunakan pada bangunan sekolah.

Menurutnya, proyek ini menjadi bukti bahwa sampah residu dapat menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain mengurangi volume sampah, pendekatan tersebut juga membantu menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Dengan dimulainya pembangunan ini, SDN 3 Sukanegla diharapkan menjadi salah satu contoh sekolah yang mengintegrasikan aspek pendidikan, inovasi teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu konsep pembangunan yang berkelanjutan.