Bupati Garut Siapkan Langkah Jangka Pendek dan Panjang Tangani TPA Pasir Bajing

340 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Pemerintah Kabupaten Garut mulai mematangkan langkah penanganan kebakaran sekaligus pembenahan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Kecamatan Banyuresmi. Upaya tersebut dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dirangkaikan dengan audiensi bersama masyarakat di lokasi TPA, Selasa (13/10/2026).

Advertisement

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan bahwa penanganan kondisi TPA Pasir Bajing membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Menurutnya, aspirasi warga menjadi salah satu pertimbangan dalam merumuskan langkah penanganan, baik untuk mengatasi dampak kebakaran saat ini maupun memperbaiki sistem pengelolaan sampah ke depan.

Syakur menegaskan, terdapat dua agenda utama yang menjadi perhatian pemerintah, yakni penanganan kebakaran sebagai prioritas jangka pendek serta penataan kawasan TPA secara menyeluruh untuk jangka panjang.

“Poinnya kita membuat kesepahaman terkait dengan langkah-langkah ke depan melaksanakan penataan di sini. Jangka pendek ada pemadaman kebakaran dan jangka panjang ada penataan TPA Pasir Bajing,” ujarnya.

Selain penanganan kebakaran, pemerintah daerah juga menyoroti tumpukan sampah yang sempat berserakan hingga ke bahu jalan. Pembersihan dan pengangkutan sampah tersebut akan dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan kondisi kawasan agar lebih tertata.

Bupati turut mengapresiasi pemahaman masyarakat terhadap situasi yang sedang dihadapi di TPA Pasir Bajing. Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan warga terus terjaga sehingga proses penanganan dapat berjalan dengan baik.

Dorong Pengelolaan Sampah Lebih Terencana

TPA Pasir Bajing diketahui memiliki luas sekitar 17 hektare. Adapun titik kebakaran berada di area pembuangan pendamping yang menjadi bagian dari kawasan pengelolaan sampah tersebut.

Ke depan, Pemkab Garut berencana mengoptimalkan penataan sejumlah titik di area TPA dengan pendekatan sanitary landfill. Metode ini dilakukan melalui penimbunan sampah secara terencana disertai pengendalian operasional untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.

Penataan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola TPA Pasir Bajing agar persoalan sampah tidak hanya ditangani ketika terjadi kondisi darurat, tetapi juga melalui pembenahan sistem dalam jangka panjang.

Sementara itu, mengenai penyebab kebakaran, Syakur menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada hasil investigasi khusus yang memastikan sumber awal terjadinya kebakaran.

Karena itu, ia meminta keterlibatan masyarakat untuk membantu mengawasi kondisi lingkungan TPA, terutama pada malam hari ketika aktivitas penjagaan dinilai masih terbatas.

“Salah satunya kita minta partisipasi dari masyarakat ikut mengawasi kondisi di sini. Karena ternyata saya tahu di sini itu kalau malam tidak banyak yang menjaga,” ungkapnya.

Melalui koordinasi lintas unsur dan keterlibatan warga, Pemkab Garut berharap penanganan kebakaran dapat berjalan optimal, sementara pembenahan TPA Pasir Bajing dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.