Agen Penyalur Nakal ‘Sunat’ Pasokan Ke Pengecer, Masyarakat Kekurangan Gas

11.027 dibaca

GARUT, BuanaIndonesia.com – Warga di Kabupaten Garut mengeluhkan kurangnya pasokan gas sejak 2 hari terakhir. Kurangnya pasokan gas ini ditengarai karena adanya permainan agen gas nakal yang meminta sejumlah uang kepada Badan usaha milik desa ( Bumdes ) dan PNPM dengan menjanjikan mendapat pasokan gas, sehingga mengharuskan agen-agen nakal tersebut mengurangi pasokan- pasokan ke pengecer yang biasanya menerima pasokan gas.

Seorang warga kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Bambang mengatakan pasokan gas di kecamatan Cibatu ‘ menghilang ‘ sejak dua hari terakhir

Advertisement

” Kami dijanjikan sore ini, tapi hingga siang ini tidak terlihat truk pengantar gas yang biasanya mengantar ke pangkalan-pangkalan. Kasian masyarakat pak ” kata Bambang

Sementara itu, seorang pemerhati distribusi gas elpiji bersubsidi, Adam Pribadie menyatakan ada indikasi permainan nakal dari agen gas di Kabupaten Garut yang menyebabkan terjadinya kekacauan distribusi ” si melon ” ini.

” kami menemukan di lapangan, untuk PNPM kecamatan Cibatu saja, mereka diharuskan setor ke agen sampai 150 juta untuk jaminan agar mendapat DO. Karena berlaku hukum rimba, siapa yang bayar dia yang mendapat pasokan, agen-agen nakal ini harus mengutamakan yang menyimpan uang jaminan, akibatnya pengecer, pangkalan yang seharusnya dan biasanya menerima DO, harus dikurangi jatah pasokannya bahkan di pending pengirimannya. Praktik ” uang jaminan liar ” ini juga di berlakukan pangkalan kepada pengecer yang notabene rantai distribusi terendah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Pangkalan mengutamakan distribusi kepada pengecer yang menyimpan jaminan. Pangkalan begini karena agen-agen nakal ini yang memberikan contoh ” Jelas Adam

File Audio

Langkanya pasokan gas subsidi 3 Kg ini bukan kali pertama terjadi di Garut Jawa Barat. Beberapa waktu juga ramai mencuat kepermukaaan langkanya distribusi gas di Garut. Berbagai media massa dan lembaga swadaya masyarakat setempat, sempat menyoroti hal ini, namun hal tersebut seolah musiman dan kembali terjadi saat ini. Pemerintah yang seharusnya menindak tegas, seolah tak berdaya menghadapi para ” pemain nakal ” gas jatah rakyat ini.;