BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Ketua Kamar Dagang dan Indrusti Indonesia (Kadin) Jawa Barat, Agung Suryamal, tekankan aspek media dalam meningkatkan perdagangan di era digital.
Agung mengatakan, mengevaluasi tantangan dunia usaha tahun depan, terutama masalah ekonomi nasional dan era digitalisasi yang menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha, karna pada dasarnya pengusaha merasa kesulitan dalam persaingan di era digital.
” Saya berharap, Kadin sebagai induk organisasi di bidang usaha, harus siap menjadi lokomotif dalam dunia usaha, bagaimana perubahan yang ada di nasional kita harus bisa merespon. Dengan adanya era digital kita akan membuat langkah-langkah kedepan dengan membuat suatu program yaitu, Crisis Center,” ujar Agung dalam pembukaan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Jawa Barat ke 4 di Bandung, Jumat, 8 Desember 2017.
Lanjut Agung, sektor usaha yang belum memakai sistem digital merasa tergerus dengan usaha yang sudah berbasis online. Selain itu, pusat perdagangan menengah keatas sudah banyak yang menutup kegiatan perusahaanya, hal tersebut menjadi salah satu masalah yang harus dihadapi Kadin Jawa Barat.
” Faktor wisata Indonesia bisa menjadi contoh bagi kita, yang sekarang kunjungannya baru 9 juta, kalah dengan Malaysia sebanyak 27 juta. Itu juga faktor daripada digitalisasi yang berbasis smartphone, dan saya harapkan Kadin pun siap menghadapi era digital tersebut,” kata Agung.
Agung berharap kepada pemerintah Provinsi agar kerjasama yang selama ini terjalin tetap terjaga, juga Rapimprov tahun 2017 bisa melahirkan program dan konsep untuk kemajuan Jawa Barat yang lebih baik dan berkualitas.
EDITOR: WN











