BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Tertundanya Ujian Akhir Semester (UAS) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pandeglang, mendapat sorotan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pandeglang, mereka meminta pihak penegak hukum turut turun tangan.
Ketua IMM Pandeglang, Nurman, mengatakan, persoalan tersebut sangat fatal bagi pemangku kebijakan di Dunia Pendidikan, baru kali ini terdengar UAS sampai tertunda selama 2 hari, dengan alasan terlambat di percetakan.
“Masa pake terlambat segala, emang tidak dimatangkan dulu dalam perencanaan, berarti pihak pengadaan atau yang mengkoordinir tidak profesional, jangan-jangan ini berkaitan dengan anggaran, padahal setahu kami anggaran tersebut dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” katanya.
Lanjut Nurman, kami menduga ada persoalan dengan anggaran yang di koordinir dari semua sekolah, dana tersebut kan tidak kecil kalau Se Kabupaten Pandeglang dikumpulkan, sudah tentu nilainya ratusan juta.
“Maka kami memdesak agar pihak penegak mukum, kepolisian dan Kejaksaan turun tangan dan melakukan penyelidikan, jangan sampai persoalan UAS aja dijadikan ajang mencari keuntungan oleh Oknum yang tidak bertanggungjawab, ini jelas sudah mencoreng nama baik Pandeglang, maka kami minta penegak hukum, segera memanggil Kadindikbud, Korwas dan KKPS, karena mereka yang harus bertanggungjawab,” tandasnya.
EDITOR: WN











