Aher : Ormas Islam Tetap Jaga Kondusifitas Bangsa dan Negara

14.655 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), mengundang seluruh ulama di Jawa Barat dalam acara silaturahmi bersama ormas Islam dan pondok pesantren dalam rangka menjaga kondusivitas di Jawa Barat, Minggu, 11 Februari 2018.

Advertisement

Acara silaturahmi ini diselenggarakan di aula Gedung Sate Kota Bandung. Gubernur Ahmad Heryawan didampingi oleh Pangdam III Siliwangi Jawa Barat yaitu Mayjen TNI Donny Mordano, dan Juga Wakapolda Jawa Barat, Brigadir Jenderal Supratman.

Sementara itu, dalam sambutannya Aher menyatakan bahwa Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki pesantren terbanyak di Indonesia.

“Setelah saya memeriksa data statistik, Jawa Barat memiliki 12.940 Pesantren, dan ternyata terbanyak dari pada Jawa Timur,” tutur Aher.

Selanjutnya, Gubernur Aher juga menghimbau bahwa kejadian yang ada di Jawa Barat tidak boleh membesar dan dibiarkan begitu saja, tapi harus ada tanggapan yang cepat serta segera diselesaikan.

“Maka kami bersama TNI dan POLRI mengemukakan kenginginan untuk cepat mendeteksi secara dini dan dan segera diselesaikan. Itulah jargon kami dan program yang dilakukan oleh kami,” tegas Aher.

Selain itu, Gubernur Aher mengajak seluruh ulama agar memaknai Islam sebagai agama yang mencintai kebaikan, dan ormas Islam agar tetap menjaga kondusifitas bangsa dan negara.

“Semangat yang dilakukan oleh ormas Islam sekarang harus sama seperti dulu, yakni semangat perlawan terhadap penjajah. Tetapi konteksnya beda, kalau dalam bahasa arabnya yaitu himayatul dini wa daulah, menjaga agama dan negara, itulah semangat yang harus dipegang oleh ormas Islam,” tambah dia.

Dalam sambutan terakhirnya,
Aher mengucapkan belasungkawa terhadap almarhum Ustadz Prawoto, salah satu ulama Ormas Persis (Persatuan Islam) dan juga KH. Umar Basri yang dianiaya hingga kritis.

“Informasi terakhir yang saya dapatkan terkait penganiayaan KH. Umar Basri di Cicalengka itu orang gila, sedangkan penganiaya Ustadz Prawoto itu orang stress, bukan gila”, tutup Aher.

Editor: NA