BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Banjir yang merendam wilayah Pandeglang Selatan, mengakibatkan putusnya jalur transportasi Panimbang-Munjul. Ketinggian air mencapai 100 cm. Kendaraan roda dua harus menggunakan gerobak atau jasa penyeberangan jika ingin melewati lokasi. Banjir ini tepatnya terjadi di Kampung Kubu, Desa Perdana Kecamatan Sukaresmi, pada Kamis, 01 Februari 2018.
Oki, warga Kampung Kubu menuturkan, banjir yang menggenangi jalan dimulai dari hari Rabu, namu kendaraan roda dua maupun roda empat masih lancar bisa lewat, ketinggian air masih rendah. Sekarang (Kamis) untuk kendaraan roda dua sudah tidak bisa lewat, air sudah tinggi mencapai 100 cm.
“Banjir ini dari hari kemaren sampai sekarang belum surut. Memang kalau kemaren kendaraan masih lancar dan bisa lewat, tapi kalau sekarang banyak pengendara memaksakan tapi malah mati motornya. Kalau kendaraan roda empat memang masih bisa kalau dipaksakan. Ketinggian air sudah 1 meter. Masyarakat akhirnya bergerak membantu untuk menyeberangkan kendaraan, khususnya kendaraan roda dua, dengan imbalan sedikasihnya. Ada yang ngasih 10 ribu, kadang ada juga yang ngasih lebih.” tutur Oki.
Sementara menurut Kepala Desa Perdana, H. Ade Sutisna, ada tiga kampung yang terndam banjir di Desa Perdana; yaitu Kampung Kubu, Rancaluluk dan Babakan Kaweni. Ada sekitar 56 Kepala Keluarga yang tergenang, dengan ketinggian air rata-rata 75 cm sampai 100 cm. Hal ini disebabkan meluapnya Sungai Ciliman yang ada di pinggir kampung.
“Banjir ini disebabkan meluapnya Sungai Ciliman yang berada di pinggir kampung. Memang banjir ini musiman; setiap musim hujan pasti Desa Perdana banjir. Untuk banjir yang sekarang terjadi tidak separah tahun lalu, di awal Tahun 2017. Mudah-mudahan kejadian di Tahun 2017 tidak terjadi di tahun sekarang. Alhamdulillah dari pihak BPBD Kabupaten Pandeglang pun sudah datang dari kemaren, bahkan sudah mengirim perahu karet. Sementara untuk saat ini, masyarakat di tiga kampung masih menempati rumahnya masing-masing. Tapi ada beberapa orang yang mengungsi di rumah keluarga dekatnya.” tutup H. Ade Sutisna.
Editor: NA











